Tangerang (Lampost.co) -- Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengaku, pendidikan madrasah saat ini lebih diminati masyarakat. Hal ini berbeda dengan kondisi madrasah 10 sampai 15 tahun yang lalu. 

"Saya banyak mendapat laporan bahkan menyaksikan sendiri, madrasah sekarang tidak seperti 10-15 tahun lalu," katanya saat puncak Hari Guru Nasional 2017 di Novotel, Kota Tangerang.

Bedanya madrasah sekarang dan dulu, lanjut dia, dilihat dari kemajuan infrastruktur yang semakin baik dan setara dengan yang ada di sekolah umum. Selain itu, stigma masyarakat menomorduakan pendidikan putra-putrinya di madrasah, sudah semakin terkikis saat ini.

"Dulu anak sekolah di madrasah karena tak di terima di sekolah lain, maka madrasah menjadi pilihan akhir. Tapi sekarang justru tidak, banyak madrasah kita menjadi pilihan utama para orangtua dan siswa," ujar Lukman.

Dia berjanji, kualitas pendidikan madrasah akan terus ditingkatkan agar menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan pendidikan formal dan pendidikan keagamaan.

"Apresiasi saya sebesar-besarnya kepada para guru dan juga tentu para pengawas, yang telah membuat madrasah lebih baik, lebih baik madrasah bukan sekadar slogan semata," kata Lukman.

Jangan ada Kekerasan di Madrasah 

Lukman Hakim juga meminta kepada para pendidik untuk tak melakukan kekerasan di madrasah. Dia berharap, dunia pendidikan madrasah mengedepankan rasa cinta dalam menerapkan pendidikan madrasah. 

Menurutnya, belakangan ini dunia pendidikan Indonesia masih diwarnai adanya laporan kekerasan oleh oknum pendidik. Untuk itu dirinya berpesan, agak hal seperti itu tak terjadi di dunia madrasah.

"Saya titipkan pesan, saya meyakini banyak pihak memiliki keyakinan bahwa guru adalah profesi mulia, Saya ingin menitipkan pesan bahwa ini tidak kebetulan, karena pada hakikatnya ini adalah ketentuan yang maha kuasa," kata Lukman.

Menurut Lukman, para guru di era milenial ini harus memiliki pola berbeda dibanding zaman sebelumnya dalam mendidik para peserta didik di madrasah saat ini. "Penduduk itu adalah profesi paling mulia, untuk itu terus lah mengajar dengan rasa cinta kasih. Kalau pun harus menghukum anak didik, hukum lah dengan sepenuh cinta kasih," tegasnya.

Dalam kesempatan itu Kementerian Agama (Kemenag) memberikan penghargaan kepada 55 guru madrasah berprestasi se-Indonesia. Kemenag juga memberangkatkan 27 guru peraih penghargaan di 2016 ke Finlandia untuk short course metodologi pendidikan terkini di Eropa.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR