KALIANDA (Lampost.co)-- Lantaran mabuk dan melakukan penganiayaan, DH  (27) warga Desa Ketapang, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Sragi, Lamsel. Pelaku nekat melakukan penganiayaan itu diduga dalam keadaan mabuk minuman tuak. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, korban penganiayaan itu yakni Ranak (40) warga Dusun Bunut, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi, Lamsel. Pelaku yang berprofesi nelayan itu tega menganiaya korban di saat berada di rumah warga yang akan melaksanakan hajatan. 



Kapolsek Sragi, Iptu Henur Muhammad, Sabtu (9/9/2017),  mengatakan pelaku berhasil ditangkap setelah menganiayai korban pada Rabu (6/9) sekitar pukul 01.00. Dalam hitungan menit pelaku dibekuk dan kini ditahan di Mapolsek Sragi. 

"Setelah mendapatkan laporan dari warga, kami langsung membekuk pelaku agar secepatnya diamankan. Sebab, kalau tidak diamankan dikhawatirkan akan diamuk massa. Hal itu dikarenakan penganiayaan itu disaat ramai orang," kata dia saat ditemui di Mapolsek Sragi.


Menurutnya, kronoligis kejadian awalnya ada beberapa warga yang asyik duduk seraya minum-minuman keras jenis tuak tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara. Kemudian, pelaku datang ke rumah warga yang akan melaksanakan hajatan. 

"Saat itu pelaku tiba-tiba memukul meja seraya membawa sebilah pisau yang dipegang tangan sebelah kanannya. Namun, dalam keadaan mabuk tuak pelaku langsung menghunuskan (mencabut, red) pisau itu kearah korban, hingga mengenai pelipis mata sebelah kanan korban dan harus mendapat  lima jahitan akibat lukanya," katanya. 

Dia mengatakan pihaknya berhasil mengamankan sebilah pisau milik pelaku. Hingga saat ini pelaku masih mendekam di jeruji besi Mapolsek Sragi. "Akibat perbuatannya, pelaku akan terjerat pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan luka dengan ancaman lima tahun penjara," katanya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR