PADANG (Lampost.co)--Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, berpesan kepada para sukarelawan dan partai politik pengusung memaksimalkan potensi suara di Pemilihan Presiden 2019.

Ma'ruf mengatakan pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, diusung oleh sembilan partai politik yakni PDI Perjuangan, PPP, PKB, Golkar, NasDem, PSI, Perindo, PKPI, dan Hanura. Bahkan, dukungan dari partai politik bertambah dengan masuknya PBB. "Partai pengusung besar. Jadi 10 partai dengan masuknya (dukungan) PBB. Gimana ini dikonversi menjadi poin elektabilitas," ujar Ma'ruf.



Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini menyampaikan saat menghadiri pengukuhan anggota Forum Komunikasi Relawan Pemenangan Jokowi 2019 (FKRPJ). Acara turut dihadiri Mayor Jenderal TNI (Purn) Hastind Asrin selaku Ketua FKRPJ Sumatera Barat. Ma'ruf berharap partai politik pengusung dan para sukarelawan bisa memaksimalkan potensi suara yang dimiliki pasangan Jokowi-Ma'ruf. "Jadi potensi besar, tapi kalau hasilnya kecil ini ada yang tidak beres, ada yang miss," tutur Ma'ruf.

Ketua Majelis Ulama Indonesia ini berujar bahkan partai politik yang tergabung dalam koalisi pengusung pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, juga menyatakan dukungan di sejumlah daerah. "Di beberapa daerah, PAN itu, mereka menyatakan mendukung 01. Berarti 10 plus. Ini sebenarnya harusnya optimalkan potensi kita," imbuh Ma'ruf.

Yang kedua, ucap Ma'ruf, pasangan capres 01 juga memiliki potensi meningkatkan elektabilitas dilihat dari kepuasan masyarakat terhadap hasil pembangunan pemerintahan era Joko Widodo. Menilik dari hasil segi Lembaga Survei Indikator, SMRC, dan Y-Publica, yang menunjukkan kepuasan masyarakat di atas 70%. "Kepuasan menurut survei 70%, kepuasan masyarakat itu harus dikonversi dalam bentuk suara. Kalau tidak, berarti ada sesuatu yang miss. Jadi, potensi ini harus dioptimalkan," tutur Ma'ruf.

Kemudian, ucap Ma'ruf, pasangan calon presiden dari koalisi Indonesia kerja juga dapat meningkatkan potensi suara, lantaran hasil-hasil pembangunan di pelbagai bidang, semisal pendidikan itu telah dirasakan masyarakat yakni melalui Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Harapan. "Karena itu potensi-potensi ini harusnya bisa kami konversi menjadi elektabilitas. Itu sudah ada beberapa potensi," imbuhnya.

Ketua FKRPJ Hastind Arsin mengatakan bahwa para sukarelawan ini adalah pejuang hebat yang bekerja keras keras tanpa pamrih. "Jadi, mereka bekerja ini bukan baru sekarang, tapi sejak 2 Agustus 2018. Mereka tidak pernah mengeluh," katanya.

Sukarelawan menyatakan siap memenangkan Jokowi-Kiai Ma'ruf di Sumbar.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR