BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Warga memprotes alih fungsi lahan Pasar Griya Sukarame menjadi perkantoran yang dilakukan oleh Pemkot Bandar Lampung. Namun warga tidak menyadari bahwa selama ini mereka yang sudah merubah fungsi pasar itu menjadi pemukiman.

Bahkan menurut Lurah Sukarame, Anwar, meski upaya larangan dan pemberitahuan terkait alih fungsi menjadi pemukiman kerap dilakukan, namun warga tetap bersikeras tinggal di tanah milik pemerintah Kota Bandar Lampung itu.



"Saya disini dari tahun 92, kemudian 98 memang pemda membuat pasar. Namun karena banyak penjual dari pembeli jadi bubar," kata Anwar.

Sejak saat itulah warga menetap dan bermukim ditempat itu. "Kemudian semenjak saya disini menjadi lurah, saya sudah larang mereka bangun bahkan satu bata sekalipun. Tapi mereka tetap, intinya kita sudah larang," kata dia.

Artinya, kata Anwar, warga yang meributkan yang bukan hak nya tanpa sadar telah merubah fungsi lahan itu sendiri. Padahal warga tidak ada hak sama sekali atas tanah itu.

"Sekarang itu tanah hak pemerintah, mau kita gunakan, lalu apa salahnya," kata dia.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR