USAI melahap jalan berkelok sejauh 20-an km yang menggurat di sepanjang lipatan-lipatan bukit, sampailah ratusan peserta funbike di garis finis, tepat di bibir Danau Ranau, Lumbokseminung, Lampung Barat, Minggu (29/4). Mereka membutuhkan waktu hampir dua jam untuk tiba di titik itu dengan mengayuh pedal dari kantor Pemkab Lampung Barat.

Bukan perkara mudah menaklukkan medan yang menurun terjal nan menikung di sepanjang jalan. Alhasil saat tiba di titik henti, peserta memilih untuk merebahkan badan di rerumputan yang menghampar di sekitar danau. Sisanya, mereka memilih mereguk air sambil melepas letih di bawah pohon.



Namun rasa capek yang menggelayut seketika sirna. Semilir sang bayu yang meredam gerah dan lanskap pemandangan yang tersaji di pinggir Danau Ranau seakan menjadi penawar lelah. Dari atas bukit sebelum menuju tepian danau, air yang membiru indah menghampar. Bentangan air yang tenang itu dipagari pegunungan yang menjulang kokoh di sekeliling danau.

Menurut warga setempat, jika malam hari hujan mengguyur, suasana negeri di atas awan bakal pengunjung rasakan saat pagi harinya. Dari atas bukit itu, kabut tebal turun jauh dari tempat kita berpijak. Sungguh memesona!

Dengan segala suasana yang tersaji di spot itu, tidak heran jika Pemkab Lampung Barat memperjuangkan destinasi tersebut menjadi lokasi wisata unggulan. Gebyar Lumbok Seminung pun ditaja untuk menggapai asa itu. Salah satu acaranya adalah kegiatan sepeda santai alias funbike. Tujuannya agar peserta yang datang dari seantero kabupaten/kota se-Lampung, Sumatera Selatan, hingga dari Banten itu dapat merasakan langsung repihan surga di Lumbokseminung dalam setiap gowesannya.

Salah satu peserta sepeda santai, Sugiarto, mengakui keeksotikan alam di Bumi Sekala Bkhak itu. “Saya pertama kali menyambangi Lampung Barat. Pemandangannya mantap, luar biasa! Jalurnya sangat mengesankan. Kami harap kegiatan serupa digelar tahun depan,” kata dia.

Lestarikan Jukung

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Lampung Barat Indra Kusuma mengatakan Dermaga Lumbokseminung menjadi jalur transportasi utama Danau Ranau dengan alat transportasi berupa perahu jukung.

"Namun akhir-akhir ini hanya ada 14 jukung yang bertahan. Lama-lama ini akan hilang jika tidak kita bangkitkan lagi. Lewat Gebyar Lumbok Seminung inilah diharapkan perahu jukung tetap lestari," kata Indra.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR