KALIANDA (Lampost.co)--Luas tanaman pangan dan hortikultura di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang terdampak banjir kian bertambah. Setidaknya 562,5 hektare tanaman yang terendam akibat hujan deras sejak Selasa (26/9) lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Rusdi.

Dia mengatakan berdasarkan laporan dari para penyuluh tanaman yang terendam seluas 562,5 ha, yamg terdiri dari padi seluas 345 ha, jagung 207 ha, cabai hektare dan sayuran 3,5 ha. "Hingga saat ini laporan yang sudah masuk dari para Penyuluh seluas 562,5 ha. Semua masih terdampak banjir yang terjadi sejak Selasa lalu," kata Rusdi, Kamis (28/9/2017).



Menurutnya, untuk tanaman padi tersebar di enam desa, yakni Desa Rejomulyo seluas 75 ha, Kalirejo (125 ha), Sukaraja (28 ha), Sukabakti (10 ha), Pulaujaya (35 ha), dan Pulautengah (40 ha). Sedangkan, untuk tanaman jagung di tiga Desa, yani Rejomulyo (7 ha), Baliagung (45 ha), dan Bumirestu (155 ha).

Camat Palas, Lamsel, Rika Wati saat meninjau lokasi lahan pertanian yang terdampak banjir di Desa Bumiasri, Kecamatan setempat, Kamis (28/9/2017). (Foto:Lampost/Armansyah)

"Nah, untuk tanaman cabai hanya ada di dua desa, yakni Desa Bumiasri 4 ha dan Pulaujaya 3 ha. Kemudian, tanaman sayuran terrdapat di Desa Bumirestu seluas 3,5 ha," katanya.

Rusdi mengatakan tanaman pangan maupun hortikultura yang terdampak banjir belum dipastikan rusak. Sebab, Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) pada hari ini (29/9). Namun, diperkirakan apabila tanaman terendam lebih dari tiga hari terancam rusak.

"Saat ini belum dipastikan rusak apa belum. Soalnya, tanaman yang terdampak banjir belum di amati oleh POPT. Sedangkan, hingga kini kondisi air informasinya mulai berangsur surut," ujarnya.

Sementara itu, Marsoni (35), petani cabai di Desa Bumiasr mengatakan, tanaman cabai seluas 4 hektare miliknya sudah dipastikan rusak. Padahal, kondisi tanaman mulai berbunga, bahkan sebagian telah berbuah.

"Sekarang tanaman cabai kami sudah pada dicabuti. Sebagian cabai sudah ada yang kami petik walaupun belum waktunya. Kami berharap ada bantuan dari Pemkab Lamsel. Hingga saat inu air masih menggenangi tanaman kami,"katanya.

Oki Hermansyah (31) petani asal Desa Kalirejo mengatakan akibat hujan yang mengguyur sejak Selasa (26/9) malam tanaman padi seluas 1,5 hektare terendam banjir. Padahal, tanaman padi miliknya tersebut siap panen.

"Padi kami sudah menguning. Rencananya besok dua hari kedepan mau panen. Bukan hanya tanaman padi, tapi rumah kami juga terendam. Banjir ini akibat luapan dari Sungai Way Selawi," kata dia saat ditemui di rumahnya, Rabu (27/9).

Rusdi mengatakan pihaknya bersama para penyuluh akan monitor perkembangan tanaman padi yang terdampak banjir. Sebab, jika curah hujan masih turun dam merendam tanaman diwilayah itu, maka sudah dipastikan akan rusak.

"Apalagi saat ini tanaman padi sudah menjelang panen. Sangat rentan akan rusak. Ya, Mudah-mudahan tanaman padi selamat kalau kondisi airnya mengalir tidak menggenang," kata dia.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR