METRO (Lampost.co)--Sungguh luar biasa dan besar tekad  Lilik Setiawati untuk mewujudkan cita-citanya menjadi abdi negara sebagai pegawai negeri sipil. Betapa tidak, dengan kondisi tubuh yang masih lemah karena baru melahirkan pada Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 1.30, siang harinya dia mengikuti tes  CAT SKD  Formasi CPNS Kabupaten Lamtim, di Wisma Haji Al Khairiyah, Kota Metro.

Usai mengikuti tes CAT SKD pada sesi IV di Wisma Haji Al Khairiyah, Kota Metro, Lilik Setiawati yang merupakan warga Desa Sumberrejo Baru, Kecamatan Way Jepara, kepada Lampost.co. Sabtu (10/11/2018) mengatakan,  dia memang ingin sekali menjadi seorang PNS.Karena itulah saat ada penerimaan CPNS 2018, dia kemudian melamar  formasi  Guru Penjas Ahli Pertama, yang dibuka oleh Pemkab Lamtim. Lamarannya kemudian dinyatakan memenuhi syarat dan dia mendapatkan nomor peserta ujian, serta dijadwalkan mengikuti tes CAT SKD pada Sabtu (10/11/2018) sesi IV di Gedung Wisma Haji Al Khairiyah, Kota Metro.
Saat melamar CPNS tersebut katanya, dia memang sedang dalam kondisi hamil tua dan diperkirakan sudah mendekati kelahiran. Perkiraan itu ternyata benar, karena pada Sabtu (10/11/2018) sekitar pukul 1.30 dia melahirkan di klinik Bidan di sekitar tempat tinggalnya di Desa Sumberrejo Baru, Kecamatan Way Jepara.



Karena baru melahirkan, kata dia, sebenarnya kondisi tubuhnya masih sangat lemah. Namun sesuai jadwal dia harus mengikuti test CAT SKD di wisma Haji  Al Khairiyah Kota Metro, sesi IV pada Sabtu (10/11/2018). 

Besarnya keinginan untuk menjadi PNS, akhirnya  pagi harinya atau beberapa jam baru melahirkan, Lilik, dengan diantar sejumlah keluarganya nekad berangkat  ke Kota Metro untuk mengikuti  tes tersebut. 
"Saya ingin sekali menjadi PNS, karena itu meski baru melahirkan dan kondisi tubuh saya masih sangat lemah saya nekad ikut tes mumpung ada kesempatan,” katanya kepada Lampost.co.

Saat registrasi dia memberitahu pihak panitia bahwa baru melahirkan beberapa jam yang lalu. Mendengar hal itu Panitia kemudian menyiapkan kursi roda untuk Lilik untuk naik dan turun tangga ke dan dari ruang ujian di lantai II.

Lilik sendiri akhirnya bisa mengikuti tes CAT SKD pada sesi IV tersebut dengan lancar meski naik dan turun ruang ujian dia harus menggunakan kursi roda yang disiapkan panitia.
Namun, sayangnya keberuntungan rupanya belum berpihak kepadanya. Sebab dalam tes CAT SKD tersebut nilai yang diperoleh oleh Lilik tersebut belum memenuhi passing grade yang ditentukan. Dimana nilai yang diperolehnya adalah,  sejumlah total 239 dengan perincian nilai TWK sejumlah 60, TIU (65) dan TKP (114).  "Enggak lulus, belum rezeki saya, nilai yang saya peroleh enggak memenuhi passing  grade. Tetapi enggak apa-apa, saya puas karena saya sudah mencoba, dan apapun hasilnya saya memang sudah siap  menerimanya,” kata Lilik sambil tersenyum di atas kursi roda yang membawanya turun dari ruang ujian. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR