KALIANDA (Lampost.co)--Luapan sungai Way Katibung yang merendam puluhan hektare lahan pertanian di Desa Sinarpasemah, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, mulai surut.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Kecamatan Candipuro, Legiyem, mengatakan jika luapan sudah menyusut.
"Sejak kemarin sore sudah mulai menyusut, tadi pagi dicek sudah normal kembali," kata Legiyem kepada lampost.co, Jumat (29/9/2017).



Dijelaskannya, lahan tanaman padi di Desa Sinarpasemah yang terendam seluas 25 hektare, sedangkan tanaman cabai seluas 4 hektare.
"Kemarin total lahan tanaman yang terendam sejumlah sekitar 29 hektare," katanya.

Untuk tanaman padi yang terendam sudah masuki masa vegetatif, sehingga masih tetap hidup. Karena air yang merendam tanaman hanya sebentar.
"Banjir lewat, tanaman masih tetap hidup hingga masa panen nanti," kata dia.

Sedangkan tanaman cabai yang terendam banjir dipastikan rusak. Karena tanaman tersebut sangat rentan terhadap air.

Sementara itu, Kepala Desa Sinarpasemah, Puji Purwantoro Junaidi, mengatakan air yang memasuki ke lahan pertanian sejak semalam sudah surut.
"Tadi malam sudah surut total, seperti sedia kala," katanya.

Air sungai Way Katibung meluap disebabkan tingginya curah hujan. Air yang masuk ke lahan pertanian disebabkan jebolnya tanggul penangkis banjir.
"Curah hujan di hulu sangat tinggi ditambah lagi tanggul jebol," katanya.

Menanggapi permintaan masyarakat mengenai perbaikan tanggul diutamakan di tempat yang jebol, Kades Sinarpasemah menegaskan sudah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung. "Saya tadi pagi sudah koordinasi ke mereka untuk utamakan perbaikan yang jebol terlebih dahulu," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR