BEKASI (Lampost.co) --  Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terkait dengan kasus persekusi yang menimpa salah satu pelajar di Kota Bekasi, Jawa Barat. Rencananya, LPSK akan mendatangi rumah korban pada Sabtu, 24 Agustus 2019.
 
Komsioner KPAI, Retno Listyarti mengatakan, korban persekusi di Bekasi, G, 16, akan segera kembali ke bersekolah. Namun, korban mengaku masih khawatir dengan ancaman-ancaman yang mungkin saja muncul ketika dalam perjalanan pergi dan pulang sekolah.
 
"Maka saya tadi sudah meneleponkan langsung dengan lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK), saya meminta supaya adik ini mendapatkan perlindungan mulai dari berangkat pulang sekolah dan sesuai kebutuhannya nanti," kata dia usia bertemu dengan G di Bekasi, Jumat 23 Agustus 2019. 
 
Dengan didampingi LPSK, kata dia, korban dan keluarga akan lebih mendapatkan perlindungan. Selain itu, akan meringankan biaya dalam proses hukum yang tengah dijalani.
 
"Bolak balik itu kan butuh biaya dan lain-lain, kalau dilindungi LPSK seluruhnya LPSK yang akan dampingi dan antar jemput dan proses mendampingi sepanjang proses hukum ini ada," tuturnya.
 
Dia berharap agar tidak ada lagi ada ancaman untuk korban dan keluarga setelah adanya perlindungan dari LPSK.
 
"Mereka akan dilindungi selama 24 jam, jadi mudah-mudahan proses harus kita hormati. Ini negara hukum harus dihormati, siapapun pelakunya walaupun dia anak tetap bisa dihukum. Jadi anak pelaku tetap bisa dipidana hanya menggunakan sistem peradilan pidana anak," tuturnya.
 
Tiga orang terduga pelaku persekusi di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Metro Bekasi Kota. Mereka melakukan aksi tersebut dengan motif berebut kekasih. Ketiganya kini ditahan di Polres Metro Bekasi Kota. Atas perbuatanya, mereka terancam menjalani pidana penjara selama lima tahun.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR