BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kesiapan sarana longcut atau lingkar luar dalam rangka pengurangan kepadatan arus lalu lintas di dalam kota Bandar Lampung,  yang disebabkan perlintasan kereta api terus akan dilaksankan. 

Hal itu dibahas kembali dalam acara Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jalur Kereta Api Shortcut Tegineneng-KM.3 Tarahan, Stasiun Kereta Api Bandara, dan Skybridge oleh Pemerintah Provinsi Lampung di Ruang Rapat PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Senin (22/7/2019). 



Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo didalam rapat mengatakan Pemprov Lampung meminta pembangunan longcut dan shortcut agar didahulukan. 

Didepan PT KAI Divre Tanjungkarang Bambang mengutarakan bahwa rencana percepatan pembangunan Kereta Api Bandara Radin Inten II dan Skybrige diakhir tahun 2020 sudah dapat beroperasi. "Itu (kereta bandara) kan jangka panjang dan sambil menunggu itu pak Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah berkenan mempertimbangkan adanya longcut dari Tegineneng-KM.3 Tarahan," ujar Bambang usai rapat. 

Menurutnya, dasar longcut itu harus dibangun karena sudah menjadi amanah bahwa kota Bandar Lampung sumber kemacetan disebutkan ada sebanyak 13 titik persimpangan. "Kalau kereta batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) lewat dalam kota maka memakan waktu setidaknya sekitar 8-10 menit bahkan kadang lebih," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, saat ini baru produksi sejumlah 19 juta ton akan bergerak nanti ke 25 juta ton dan nanti akan bergerak lagi ke 45 juta ton. "Sekarang sudah 20 juta ton saja sudah 42 gerakan. Berarti 1 hari bisa berapa jam dibagi 24 jam dan setiap berapa menit ada dan bagaimana kalau nanti sampai ke 45 juta ton," jelasnya.

Bambang menerangkan, pembangunan shortcut dan longcut sejalan dengan pembangunan kereta api bandara. Hal ini dikarenakan sudah menjadi amanah dari menteri Perhubungan bahwa Kota Bandar Lampung sumber kemacetannya terutama di Lajur Jalan Sultan Agung Wayhalim.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR