LOMBOK (Lampost.co) -- hebat berkekuatan 6,5 skala richter (SR) kembali mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada pukul 11.10, Minggu (19/8/2018). Sejumlah bangunan yang sudah retak akibat gempa-gempa sebelumnya, ambruk dan warga yang panik berlarian keluar dari rumah sambil berteriak histeris.

"Allahu akbar, Allahu akbar, ya Allah, ya Allah. Hanya itu yang diteriakkan orang-orang sambil berlarian," kata Ketua Baznas Provinsi Lampung Mahfud Santoso yang sedang berada di Lombok saat gempa terjadi, kepada Lampost.co, Minggu (19/8/2018) malam.



Mahfud menjelaskan ketakutan yang dirasakan warga, termasuk dirinya, saat gempa terjadi berulang.

Menurut dia, gempa terjadi sejak pagi sekitar pukul 09.00. Pada pagi hari, kekuatan gempa relatif ringan. Namun menjelang siang, kekuatan gempa semakin besar hingga merubuhkan rumah-rumah warga.

"Sejak pagi terasa getaran gempa. Saat siang, gempa tambah kuat. Warga berlarian sampai terjatuh. Ada ibu-ibu yang sambil menggendong anaknya yang menangis. Situasinya sangat memprihatinkan," kata Mahfud yang berada di Lombok sejak Kamis (16/8/2018) untuk menyalurkan bantuan.

Hingga malam hari sekitar pukul 19.10, lanjut dia, terus terjadi gempa susulan ringan. Berdasar informasi yang diterima, sejumlah relawan tertimbun longsor yang terjadi saat gempa.

"Relawan yang sedang mendistribusikan bantuan, tertimbun lonsor di Desa Sembalun, Lombok Timur. Satu-satunya akses menuju ke sana terputus. Malam ini polisi dan marinir terlihat berjaga, namun karena kondisi gelap gulita, mungkin pencarian korban akan sedikit sulit," kata Mahfud.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR