BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Ketua Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung Kristina Tia Ayu menyatakan wujud asli dari pemerintah kota (pemkot) Bandar Lampung adalah anti kritik, anti demokrasi, dan anti rakyat miskin.

Menurutnya, usai penggusuran yang pemkot lakukan terhadap warga Pasar Griya beberapa waktu lalu, kondisi masyarakat eks Pasar Griya hidup terlunta-lunta dan menunggu belas kasihan dari orang lain.



"Hingga kini penggusuran paksa tersebut justru menyisakan isak tangis bagi masyarakat," kata Kristina dalam rilisnya kepada Lampost.co, Rabu(15/8/2018).

Dia mengungkapkan perlawanan dan perjuangan masyarakat Pasar Griya tidak akan berhenti sampai adanya solusi dari pemerintah. Pada Selasa (14/8/2018), ujar Kristina, masyarakat dan elemen gerakan rakyat kembali mendatangi kantor pemkot Bandar Lampung.

"Wali Kota Bandar Lampung harusnya hadir dan bertanggung jawab penuh atas permasalahan yang mereka dalangi sendiri," tambahnya.

Sejak Selasa (14/8/2018) hingga kini, kata Kristina, masyarakat Pasar Griya harus menginap di Kantor DPRD Kota Bandar Lampung.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR