GUNUNG SUGIH (Lampost.co) -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Lampung Tengah menghadiri kegiatan family gathering PT Pemuka Sakti Manis Indah (PSMI) yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Kegiatan yang berlangsung, Minggu (24/3/2019) diisi berbagai rangkaian acara, BPJSTK yang hadir juga turut memeriahkan kegiatan tersebut, serta melakukan penyerahan kartu peserta secara simbolis oleh Kepala BPJSTK Cabang Lampung Tengah, Widodo kepada pengurus perusahaan.

PT PSMI sendiri telah mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya yang berjumlah kurang lebih 3.000 orang dan tenaga harian lepas kurang lebih 1.200 untuk terdaftar menjadi peserta BPJSTK dan mengikuti 4 program, diantaranya Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.



Kepala BPJSTK Cabang Lampung Tengah, Widodo menyatakan sangat bangga kepada pihak perusahaan maupun karyawannya, termasuk para tenaga kerja harian lepas yang terdaftar mengikuti 4 program BPJSTK. "Untuk mencapai pada titik ini kita melewati proses yang sangat panjang. Kami juga telah melakukan diskusi dan sosialisasi dengan para manajemen PT PSMI dan pernah mengirimkan surat tentang pentingnya dan manfaat mengikuti 4 program. Ternyata mendapat respon yang sangat baik. Saya berharap seluruh perusahaan dapat mencontoh apa yang telah dilakukan oleh manajemen PT PSMI," ujar Widodo melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/3/2019).

Menurut Widodo, apa yang dilakukan oleh PT PSMI kepada tenaga kerjanya merupakan bentuk kepedulian manajemen PT PSMI terhadap kesejahteraan tenaga kerjanya, terutama dalam penjaminan sosial. "Kami hadir disini sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam melindungi dan memberikan jaminan sosial kepada seluruh tenaga kerja Indonesia. Oleh karena itu kepada seluruh pekerja PT PSMI agar bekerja secara bersungguh-sungguh, karena pihak perusahaan telah memberikan perlindungan sosial," kata dia.

Widodo menyampaikan bahwa BPJSTK adalah rumah bagi para pekerja. Jadi apabila terjadi kecelakaan kerja, kematian agar pihak perusahaan atau peserta dapat dengan segera melaporkan kepada BPJSTK. "Begitu juga dengan yang nantinya memasuki usia pensiun agar selalu melaporkan status kepensiunannya setiap 3 bulan sekali agar manfaat pensiun yang diperoleh tidak berkurang," ujar dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR