LIWA (Lampost.co) -- Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Lampung Barat, Senin (28/8), meluncurkan sekaligus menyerahkan kartu antar-anak (KAA) dan kartu jemput anak (KJA) kepada siswa taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Lampung Barat.
Sekretaris PKBI Lambar Sandarsyah menjelaskan KAA dan KJA tersebut dibuat dengan tujuan mengetahui dan memantau keberadaan anak, baik ketika masih mengikuti proses belajar dan bermain di sekolah maupun pada saat anak sudah tidak berada di sekolah.
Sebab, ketika anak berada di sekolah, berarti anak menjadi tanggung jawab mutlak pihak sekolah, tetapi pada saat anak sudah dijemput dan berada di luar sekolah, anak tersebut sudah menjadi tanggung jawab orang tua. "KAA dan KJA ini merupakan alat bantu untuk memantau dan mengendalikan keberadaan siswa dalam mengikuti proses belajar dan mengajar. Hal ini tentu yang paling akurat dan bisa dipertanggungjawabkan serta yang berlaku selama ini adalah absensi dan presensi kehadiran," ujar Sandarsyah, saat peluncuran KAA dan KJA di TK Negeri 1 Balikbukit, Lambar, Senin (28/8/2017).
Manfaat lain dari adanya KAA dan KJA adalah untuk ketertiban dalam pengantaran serta penjemputan siswa TK/PAUD oleh orang tua siswa. Selain itu, berguna untuk aspek keamanan diri bagi setiap anak.
Apalagi saat ini kasus penculikan anak makin marak terjadi dari berbagai pemberitaan di media massa. "Dengan adanya KAA dan KJA itu, hal-hal yang tidak kita inginkan seperti itu dapat dihindari."

Kedua di Indonesia



Peluncuran KAA dan KJA di oleh PKBI Lampung Barat secara simbolis dilakukan oleh Ketua PKBI Lampung Barat Yulia Makmur di TK Negeri 1 Balikbukit, yang dihadiri pengurus organisasi wanita dan dinas terkait.
Pemberlakuan KAA dan KJA bagi murid TK/PAUD tersebut menjadi yang pertama di Provinsi Lampung. Secara nasional program KAA dan KJA baru diterapkan di Kota Denpasar, Bali, Lampung Barat menjadi daerah kedua yang menerapkan.
Pada peluncuran kartu tersebut, jumlah KAA dan KJA yang dibagi oleh PKBI Lampung Barat sebanyak jumlah siswa yang ada di TK Negeri 1 Balikbukit, yaitu masing-masing 65 eksemplar, baik itu KAA maupun KJA.
Sandarsyah mengatakan peluncuran dan pemberlakuan KAA dan KJA baru dapat dilaksanakan di TK Negeri 1 Balikbukit. "Semoga KAA dan KJA ini dapat bermanfaat," ujar dia.
Adapun untuk TK/PAUD yang lain belum bisa dilakukan oleh PKBI. Hal ini karena keterbatasan kemampuan keuangan PKBI. Untuk itu, diharapkan pemerintah atau organisasi lain dapat mendorong program KAA dan KJA diterapkan seluruh sekolah. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR