BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Terdakwa kasus korupsi pengadaan mebel SD dan SMP di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat tahun 2016, dengan anggaran Rp1,5 miliar menjerat dua nama yakni Evan Mardiansyah dan Plt Kadis Pendidikan kabupaten setempat, Anam Arief Usman.

Alhajar Syahyan, Kuasa Hukum Evan salah satu terdakwa menyebut ada lima nama lain yang menikmati uang bangku sekolah SD dan SMP tersebut. Kelima orang tersebut yakni Hapzi, Kadis Pendidikan Pesisir Barat yang menerima uang proyek Rp400 juta. Kemudian Rudi Hartana Rp250 juta, Foster Dallas Rp45 juta, Aris Hadiansyah Rp15 juta, dan Tolib Rp5 juta.



Menurut Penasehat Hukum, terdakwa proyek tersebut tidak akan berlanjut jika SPPBJ tidak ditandatangani Hapzi, atas alasan itu dia (Hapzi) meminta Rp400 juta.

Alhajar bahkan mengatakan dalam penyerahan uang kepada Hapzi ada beberapa saksi yang melihat. "SPPBJ itu kan enggak mau ditandatangani sama Hapzi, tahu-tahunya dia mau tanda tangan setelah Evan dan Tolib menyerahkan uang yang kepada istrinya Eka, saksinya ini kan ada Tolib, Eka dan istrinya," kata dia.

Disinggung mengenai apakah ada bukti autentik saat penyerahan uang, Alhajar menyebut ada saksi yang melihat penyerahan uang namun untuk bukti sejauh ini belum ada.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR