BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Lima umat beragama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Bandar Lampung bersepakat mengutuk dan mengecam keras aksi terorisme dan radikalisme yang terjadi diberbagai daerah. Kelimanya meyakini tidak ada satu pun agama yang dilahirkan untuk membunuh dan menciptakan kerusakan.

Ketua FKUB Kota Bandar Lampung, Afif Anshori menjelaskan forum yang beranggotakan lintas agama itu bersepakat untuk mengukur dan mengecam kegiatan terorisme yang banyak memakan korban. Tindakan itu tidak bisa dihubungkan dengan agama, karena kejahatan luar biasa itu dilakukan oknum tidak bertanggung jawab.



"Tindakan radikalisme dan terorisme tidak bisa mengatasnamakan agama tertentu. Kejadian dalam beberapa terakhir itu bukan berdasarkan agama, tetapi tindakan oknum-oknum tertentu," kata Afif usai Forum Group Discussion lintas agama dan budaya yang dimoderatori Abdul Qodir Jailani di Begadang Resto, Rabu (16/4/2018).

Dalam rangka menangkal agar kejadian itu tidak terjadi di kota Tapis berseri, forum tersebut bersepakat pula menjalin kerjasama guna deteksi dini orang-orang yang mencurigakan. Namun, tanpa melakukan swiping atau persekusi. Sebab, seluruh tindakan harus dikomunikasikan aparat keamanan.

"Sementara juga sepakat membina umat masing-masing untuk beragama yang benar. Kalau soal radikal itu bisa muncul dari agama apa saja. Sebab,, munculnya radikal itu, karena pemahaman keagamaan yang sempit menjadi ekstrim. Untuk itu perlu ada pendekatan lebih pada pihak-pihak itu. Tokoh-tokoh agama sudah sepakati itu," ujarnya.(RAN)

PENULIS

Effran Kurniawan

TAGS


KOMENTAR