SELAIN banyak penyakit lain, pelaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) lebih rentan terkena diabetes tipe 2 dan menjadi gemuk ketimbang remaja heteroseksual. Studi itu dipublikasikan dalam Jurnal Pediatric Diabetes.

Studi Kedokteran Universitas Northwestern itu, menggunakan data nasional dari 350.673 siswa sekolah menengah AS, antara 14 dan 18 tahun, untuk mendeteksi perbedaan dalam faktor risiko diabetes dengan orientasi seksual. Rata-rata, siswa LGBT kurang terlibat dalam aktivitas fisik daripada siswa heteroseksual.



Mereka menemukan remaja LGBT kurang dari sehari melakukan kegiatan fisik atau 38% berbanding 53% dengan remaja heteroseksual. Jumlah jam aktivitas menetap atau jarang bergerak siswa LGBT rata-rata 30 menit lebih banyak per hari sekolah daripada heteroseksual.
Remaja lesbian atau biseksual juga 1,55 sampai 2,07 kali lebih mungkin obesitas daripada siswa perempuan heteroseksual. Temuan itu menunjukkan stres minoritas sebenarnya memiliki dampak yang sangat luas dan fisik.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR