BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Dilansir dari akun Instagram Halo_Poldalampung yang mengunggah video pendistribusian logistik pemilu di Bengkunat, Pesisir Barat, Senin (15/4/2019) sekitar pukul 11.00.

Dalam video tersebut, terlihat dua pria yang menggunakan kaos kerah berwarna coklat, pria yang berada di sebelah kanan menggunakan topi dan kacamata, sedangkan pria yang di sebelah kiri video, seperti memegang HP dalam posisi swarekam.



Di video, terlihat sekitar 4 ekor sapi membawa gerobak, yang isinya ditutup terpal berwarna biru, Keduanya diikuti beberapa orang lain berjalan di pesisir pantai di sebelah kanan, dan hutan di sebelah kiri.

"Izin melaporkan pengawalan logistik pemilu 2019, untuk Pekon Way Haru, Siring Gading, Way Tias, dan Bandar Dalam, dengan menggunakan gerobak sapi, dengan anggota berjalan kaki 7 jam perjalanan melewati hutan dan lautan, sekarang kami di pinggir pantai setelah melewati muara, semoga kami selamat sampai tujuan," ujar pria dalam video tersebut.

Kemudian video berubah lokasi, di sebuah jalan setapak berkubang lumpur. Dalam video, terlihat satu orang video merekam kondisi jalan, dan membuat laporan dalam bentuk video. Terlihat ada belasan pria yang berjalan di jalan berlubang lumpur, di sisi kiri dan kanan jalan merupakan hutan.

Terlihat, ada sekitar 8 sapi yang membawa gerobak dan isinya ditutupi dengan terpal biru. Dua gerobak sapi terdepan video tersebut, terlihat berhenti dan berada di jalan yang berkubang lumpur, beberapa orang berusaha menarik sapi tersebut agar berjalan.

Distribusi Logistik Pemilu 2019 melewati sungai di Bengkunat. (Foto:dok.Polres Lambar)

"Selamat siang izin Komandan, Polsek Bengkunat, Polres Lampung Barat, Polda Lampung, untuk pengiriman distribusi logistik pemilu, kotak suara yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bengkunat Iptu Ono Karyono, dengan menggunakan gerobak sapi komandan, masih mogok komandan," ujar pria dalam video tersebut.

Kapolsek Bengkunat Polres Lampung Barat, Iptu Ono Karyono mengatakan peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu (14/4/2019). Para polisi mengawal surat suara, untuk 19 TPS di empat Pekon.

"Di sana susah sinyal, dari PPK kecamatan Bengkunat, di bawa ke Pekon Pekon Way Haru, Siring Gading, Way Tias, dan Bandar Dalam,

Anggota kepolisian mulai dari kantor PPK Bengkunat harus membawa surat suara hingga ke TPS terjauh, dengan jarak tempuh  sekitar 70 km, berjalan kaki melewati sungai, laut, hutan dan jalan berkubang.

"Cuaca berubah-ubah, kita melewati 6 sungai muara(dekat laut), dari 6 itu hanya 2 yang sudah ada jembatan. Kalau air pasang terpaksa kita lewat hutan, sebenarnya akses tercepat lewat laut (muara)," katanya. Akhirnya, seluruh surat suara tersebut bisa sampai ke tujuan.

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR