BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Raden Andik Jayaprawira, kakek 74 tahun, melakukan perjalanan keliling Indonesia dengan menggunakan sepeda sambil membawa visi untuk melestarikan alam.

Alumni sekolah kehutanan menengah atas tahun 1964 itu telah memulai perjalanannya dari Serang, Provinsi Banten, sejak September 2014.  Raden menjelaskan perjalanan yang dilakukannya itu juga turut ditandai dengan pengumpulkan tanda tangan para ketua DPRD, gubernur, bupati, wali kota, dan pejabat kehutanan di seluruh Indonesia sebagai tanda lokasi yang telah dijelajahinya.



Dalam tiga tahun perjalanannya bersepeda, pria kelahiran Banten itu pun sampai di Lampung pada 4 Juni 2016 dan telah mengelilingi sejumlah kabupaten kota, seperti Way Kanan, Lampung Utara, Liwa, Pesisir Barat, Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, Bandar Lampung, Metro, dan Lampung Timur.
Dalam perjalanan itu, pria asal Jalan Gunung Sari, Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, Banjarmasin itu memiliki misi untuk memberikan contoh penanaman pohon dan penyulaman tanaman pohon bersama Dinas Kehutanan di setiap daerah yang didatanginya.

"Gerakan penanaman ini juga dilakukan penyulaman bersama kepala suku, distrik, dan kepala daerah dengan mengikut sertakan masyarakat. Itu wajib dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Kegiatan ini disambut antusia masyarakat yang sangat baik dan yang terbaik adalah di Sulawesi Utara," kata dia saat berkunjung ke kantor Harian Lampung Post, Rabu (14/6/2017).
Dalam perjalanannya, dirinya menemui berbagai hal unik dan kesan di setiap daerah, seperti Lembah Baliem. Terlebih di Pulau Mianas yang merupakan pulau paling utara di Indonesia dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem untuk dapat mendaratkan kaki di tanah tersebut.

Di tengah kondisi fisiknya yang tidak muda, Raden pun perlu bersikap pintar untuk menjaga kesehatannya, melalui pola makan dan olahraga teratur. "Saya makanan tidak ada pantangan, hanya saja harus makan teratur dan olahraga saja, yaitu bersepeda, berpikir sehat, sehingga dapat awet muda dan tetap bugar," urainya.

Dia menceritakan dirinya selalu bersepeda sejak pukul 07.00 hingga 17.00 dengan jarak tempuh sejauh 125 kilometer. Kedepannya, Raden memiliki rencana melakukan perjalanan lintas benua Australia dengan jarak 18 ribu kilometer dengan prediksi penyelesaian selama enam bulan.
"Itu obsesi saya untuk berkunjung dari dulu, karena selama ini saya sudah mengelilingi berbagai belahan dunia, tetapi Australia belum saya kelilingi," ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini perjalanan yang telah ditempuhnya telah mencapai 43 ribu kilometer. "Di akhir perjalanan saya nanti, kisah saya ini akan saya abadikan dalam sebuah buku perjalanan dan souvenir serta tanda tangan didapat, akan saya museumkan. Museum itu yang akan menyimpan cerita unik dari perjalanan kami di setiap daerah," ujarnya.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR