New York (Lampost.co) -- Kantor bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), yang berpusat di Markas Besar PBB di New York, mengatakan kerusuhan yang berlangsung di bagian barat-laut Suriah telah menewaskan sedikitnya 134 orang, termasuk anak-anak kecil, selama akhir pekan lalu di Gubernuran Idlib, Hama dan Aleppo.

"Sedikitnya 59 anak kecil dilaporkan meninggal, 17 di antara mereka anak kecil, ketika satu depot amunisi dan senjata meledak di satu bangunan permukiman di dekat Kota Kecil Sarmada di pinggir utara Gunernuran Idlib," kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq kepada wartrawan dalam satu taklimat rutin, seperti dilansir antara, Rabu (15/8/2018).

Badan Anak PBB (UNICEF) menyebutkan sebanyak 28 anak kecil dilaporkan tewas di Idlib dan Aleppo Barat di Suriah Utara dalam kurun 36 jam terakhir.



"Tiga instalasi kesehatan yang didukung UNICEF diserang. Dua di antaranya --yang menyediakan bantuan buat perempuan dan anak-anak-- sekarang tak bisa beroperasi," tambahnya.

Menurut wakil juru bicara PBB itu, semua pihak dalam konflik tersebut wajib melindungi semua warga sipil dan benda sipil, termasuk sekolah dan instalasi kesehatan; dan mengizinkan akses kemanusiaan tanpa hambatan, berkelanjutan dan aman ke semua orang yang memerlukan sejalan dengan hukum kemanusiaan internasional.

 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR