MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi jumlah pengguna kendaraan bermotor saat mudik Lebaran 2018 melonjak hingga 30% dibanding tahun lalu. Jika tahun 2017 tercatat 4.978.908 kendaraan, hampir pasti tahun ini lebih dari lima juta kendaraan.

Jumlah kendaraan mudik tahun lalu itu didominasi sepeda motor sebanyak 2.912.077, sisanya kendaraan roda empat. Untuk tahun ini, lonjakan hingga 30% itu diprediksi pada kendaraan roda dua, sedang mobil pribadi peningkatan terjadi sekitar 16%.



"Kalau didasarkan pada tahun lalu, kendaraan pribadi akan naik 16%, juga motor tumbuhnya di atas 30%", ujar Menhub. (Kompas.com, 1/6)

Menhub mengatakan kementeriannya telah melakukan langkah-langkah seperti mobilisasi penggunaan angkutan umum, anjuran melakukan perjalanan di jalan nasional, serta memulai perjalanan mudik sebelum H-2 atau H-3 Lebaran sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat Lebaran.

"Dengan anjuran-anjuran itu saya harap jumlah pengguna kendaraan pribadi dan motor bisa turun," ujar Budi.

Selain itu, pada 6 Juni 2018 Menhub bersama Menteri PU Basuki Hadimuljono akan mengunjungi Tol Cipali memantau persiapan Lebaran. "Yang akan kita pantau, satu kualitas jalannya sendiri. Kedua kelengkapannya, termasuk rest area, yang lain flow keluar masuk jalan tol," jelas Budi.

Peningkatan jumlah kendaraan mudik setiap tahun itu dipicu oleh kemudahan mendapatkan kredit kendaraan bermotor, juga makin baiknya jalan raya ke arah tujuan mayoritas pemudik, wilayah Jawa. Apalagi tahun ini tol dari Jakarta sudah tembus ke Surabaya, hingga Pasuruan.

Semakin baiknya jalan raya yang dilintasi pemudik berbuah positif, menurunnya secara signifikan jumlah kecelakaan saat mudik, justru dengan peningkatan jumlah pemudik. Seperti tahun lalu, dengan peningkatan jumlah kendaraan mudik hingga 19,5%, kecelakaannya justru turun hingga 30% dibanding dengan tahun sebelumnya.

Seperti dikemukakan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa, kecelakaan lalu lintas saat mudik 2017 terjadi sebanyak 3.168 kasus, dibanding dengan tahun sebelumnya sebanyak 4.550 kasus. "Terjadi penurunan hingga 30%," ujar Royke. (Kompas.com, 6/7/2017)

Jumlah korban luka berat turun dari 1.148 orang menjadi 687 orang. "Kemudian penurunan jumlah korban meninggal tercatat dari 1.261 orang menjadi 742 orang. Berkurang 518 orang yang meninggal dunia," ujarnya.

Semua itu menjadi petunjuk adanya kemajuan pada berbagai aspek kehidupan bangsa.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR