BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Louis Dreyfus Company (LDC) merangkul sekitar 5.000 petani kopi di Lampung Barat untuk bermitra. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas petani kopi yang berimbas langsung terhadap kesejahteraan mereka.

Regional Coffee Operations Manager LDC Ramil Bono, mendampingi Regional Corporate Communication Manager Priscilla Teo, Selasa, 17 September 2019, mengatakan pihaknya melakukan dua pendekatan terhadap para petani.



Yang pertama, kata Ramil, ialah praktik agrikultur pertanian terbaik, yaitu bagaimana cara pengelolaan lahan, diberi akses untuk permodalan, dan cara pengelolaan limbah. "Selanjutnya ialah praktik agronomis. Misalnya, di sela tanaman kopi, ada pohon lainnya seperti mangga dan durian sebagai additional income buat petani," katanya dalam acara Media Familiarization Trip di LDC Coffee, Bandar Lampung.

Selain itu, LDC juga rutin berbagi informasi tentang cuaca kepada petani dan informasi mengenai safety atau keamanan kepada petani.

Mengenai pabrik pengelolaan biji kopi LDC di Lampung, Ramil mengatakan perusahaannya mampu mengolah sekitar 30 ton biji kopi per jam. "Karena proses pengeringan, jumlah 30 ton itu menyusut menjadi sekitar 24 ton," ujarnya.

Hasil pengolahan dari pabrik LDC Cooffee ini diekspor hingga Asia, Amerika, dan Eropa.

Di pabriknya, biji kopi diolah dengan teknologi mutakhir dan tenaga kerja yang memahami kualitas kopi. Bahkan, pihaknya juga menerapkan keeping process untuk menemukan cacat pada biji kopi yang menimbulkan rasa tidak enak. "Baik yang akan diproduksi ataupun yang dari suplayer itu kami cek kualitasnya," katanya.

Ramil mengatakan kopi Lampung, khususnya di Lampung Barat, ialah kopi robusta yang berkualitas baik. "Rasanya tidak begitu asam, sehingga berbeda dengan kopi-kopi lainnya," ujarnya.

Quality Head Manager Fatmawati Faizal menambahkan pihaknya cukup selektif dalam menentukan kualitas kopi. Menurutnya, kualitas kopi di perusahaannya dibagi menjadi enam jenis berdasarkan kondisi biji kopi serta rasa dan aromanya.

"Ada parameter kualitas kopi dari sisi kondisi biji kopi, rasa, dan aromanya. Kami punya tenaga ahli untuk mengujinya. Jika rasa dan aroma kopi tercampur dengan bau rempah atau kulit kopi yang masih menempel, itu masuk kategori kualitas yang kurang baik," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR