BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- LBH Bandar Lampung yang mengadvokasi warga korban penggusuran Pasar Griya Sukarame sudah menyusun bahan untuk menggugat Pemkot Bandar Lampung dan pihak lain. Gugatan itu segera dilayangkan. "Sudah siap, tinggal kita daftarin, nanti kami sampaikan jika sudah kami daftarkan gugatannya," kata Kepala Divisi Hak Hak Sipil dan Politik (Sipol) LBH Bandar Lampung Ilyas.

Disisi lain terkait perginya warga dari kantor DPRD Bandar Lampung, kata Ilyas, karena diminta oleh dewan. "Berdasarkan penuturan warga tanggal 12 kemarin puluhan dewan turun ke lokasi dan berdialog dengan warga untuk menanyakan perihal tawaran pemkot," kata Ilyas.



Namun lagi lagi terjadi perdebatan karena permintaan warga terkait  hak keberlangsungan hidup yaitu usaha. "Dewan tetap tidak bisa memenuhi hal tersebut. Ada salah satu dari dewan berkata warga di beri waktu sekitar satu minggu jika tidak maka lokasi tempat warga menginap akan di sterilkan," kata Ilyas.

Itulah yang membuat warga meninggalkan kantor DPRD. "Karena warga trauma dengan peristiwa penggusuran maka warga tidak mau lagi ada bentrok dengan pol PP. Warga menilai ucapan para dewan tersebut bentuk ancaman sekaligus pengusiran," kata dia.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR