BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung dan Jaringan Aktivis 1998 bakal bertemu dengan Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto, terkait penyambangan eks rumah Andi Arief oleh pihak kepolisian.

Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan mengatakan kedatangan LBH pada Kamis, 9 Januari 2019, terkait informasi dan pemberitaan viral, terkait eks rumah Andie Arief yang telah dibeli Yozi Rizal, dan disambangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, pada Jumat (4/1/2019).



"Setelah tadi kami diskusi, rencana Kamis mau audiensi dengan Kapolda" ujar Chandra, Senin (7/1/2019).

Kedatangan tersebut guna mempertanyakan kedatangan aparat ke rumah yang terletak di Jalan Nusantara Gang Perkutut, Labuhanratu. Apakah disinyalir terkait cuit-an Andi Arief di Twitter soal isu hoaks kontainer berisi surat suara, atau seperti apa duduk permasalahannya. "Kalau silaturahmi, kenapa bisa disambangi gitu," kata dia.

Chandra mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan Polda Lampung. Tapi, jangan sampai Polda terlibat atau dijadikan alat politik oleh penguasa.
"Kalau memang ada proses pidana UU ITE atau hoaks, yang dilidik Mabes Polri, seharusnya Mabes turun didampingi Polda, kemudian sesuai SOP, ada Pemanggilan melalui surat, atau sop lainnya, jangan terkesan main geruduk, kan enggak baik, kendati Polda sebutnya cuma silaturahmi," kata Chandra.

Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto membantah kalau pihaknya melakukan penggerudukan. "Iya, tadi pagi cuma kami sambangi, di Jalan Nusantara, Gang Perkutut Nomor II," ujarnya, Jumat (4/1/2019).

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR