BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung telah melakukan kajian mengenai laporan Koalisi Rakyat Lampung Untuk Pemilu Bersih yang melaporkan lembaga survey SMRC dan Charta Politika pada Sabtu (5/5/2018) lalu.

Ketua KPU Provinsi Lampung, Nanang Trenggono mengatakan berdasarkan kajian pihaknya, KPU melanjutkanya kepada Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) karena keduanya tergabung menjadi angota perhimpunan tersebut.



"Terkait dengan laporan Rachmat Husein, kita sudah rapatkan dengan kawan-kawan komisioner. Kemarin kita juga minta untuk perbaikan laporan. Setelah itu kita kaji sama seperti kasus Rakata menggunakan PKPU 8/2017," katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (16/5/2018).

Ia menjelaskan pihaknya juga mencari informasi mengenai lembaga survey SMRC dan Charta Politika yang masuk kedalam Persepi. Setelah dirapatkan dan dipertimbangkan pihaknya tidak membentuk dewan etik, pihaknya merekomendasikan kepada Persepi.

"Kenapa ke Persepi. Karena laporan dan data pemberitaan dan video laporan tidak banyak. Peristiwanya juga sudah lama, relisnya maret laporannya bulan mei. Hal ini sesusai dengan PKPU 8/2017 Pasal 51 Ayat 2," katanya.

PENULIS

Triyadi Isworo

TAGS


KOMENTAR