BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi berinisial RK (34) yang ditangani Polresta Bandar Lampung sejak April dengan Nomor LP/B–2182/IV/2017/LPG/RestaBalam hingga saat ini belum ada kejelasan.
Untuk mendapat keadilan, korban pemukulan Riswan Efendi sampai menyurati Propam Polda Lampung. Meski telah mengirim surat kepada Propam Polda Lampung pada bulan lalu, Riswan mengaku kasus tersebut belum ada kejelasan hukumnya. Pelaku pemukulan yang berdinas di Polsek Telukbetung Utara yang telah membuat korban babak belur hingga kini masih bebas.
Korban yang merupakan warga Way Kandis, Lampung Selatan, mengaku sudah berkali-kali mendatangi Polresta Bandar Lampung untuk menanyakan kelanjutan kasusnya. Namun, tidak juga menemui titik terang. "Jangan mentang-mentang saya sipil, pelaku polisi tidak diproses, sampai sekarang. Kita butuh kepastian," kata dia, Selasa (5/12/2017).
Riswan menjelaskan kasus penganiayaan dialaminya pada 23 April 2017 lalu di depan kampus UIN Raden Intan. Saat itu, dia hendak mengantarkan stempel puskesmas kepada mantan rekan kerjanya saat masih berdinas di Puskesmas Jatiagung.
"Kami janjian di dekat pos satpam IAIN, saya ngasih cap itu ke mobil dia (istri pelaku), disuruhnya masuk mobil karena tidak enak, masa ngecap-ngecap di depan. Tidak lama, sebuah mobil mendekat dan pelaku langsung memecahkan kaca mobil menggunakan pistol dan mengancam akan menembak. Pelaku juga memukul hingga mata kanan lebam, hidung mengeluarkan darah dan bibir pecah," kata dia.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan tidak ada kendala berarti dalam kasus tersebut, hanya saja pihaknya masih melengkapi alat bukti. "Proses perkaranya tidak ada problem, lanjut. Besok kesimpulannya, kami akan melakukan final gelar," ujar Harto. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR