KOTABUMI (Lampost.co) -- Target angka kebuntingan ternak besar dalam program upaya khusus sapi induk wajib bunting (Upsus Siwab) pada 2018, Kabupaten Lampung Utara menetapkan 7.340 ekor.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Peternakan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, Aris Siswoyo, mengatakan target angka kebuntingan ternak besar pada 2018 sebanyak 7.340 ekor itu, menjadi target yang ditetapkan Dinas Peternakan dan Perkebunan Propinsi Lampung untuk Lampung Utara.



"Target angka kebuntingan ternak besar 2018 sebanyak 7.340 ekor merupakan target yang ditetapkan Dinas Peternakan dan Perkebunan Propinsi Lampung," ujarnya di ruang kerjanya, Jumat (19/1/2018).

Jika dibanding target angka kebuntingan pada 2017 lalu, angka target  pada program Kementerian Pertanian (Kementan) yang menjadi Tugas Perbantuan (TP) Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Lampung dan  masuk dalam kegiatan upaya khusus sapi induk wajib bunting (Upsus Siwab) pada 2018 tersebut, lebih tinggi.

"Pada 2017, angka terget kebuntingan ditetapkan sebanyak 6.000 ekor dan di 2018 naik menjadi 7.340 ekor," kata Aris. 

Disinggung tentang realisasi pelaksanaan capaian angka kebuntingan itu, dia menjawab, pihaknya akan mengoptimalkan 27 petugas inseminator yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura. Hanya saja, kendala dilapangan  dari 27 petugas inseminator itu, hanya 10 petugas inseminator yang tercatat memiliki setifikat pemeriksaan kebuntingan (PKb).

"Dari 27 petugas IB, hanya 10 petugas yang memiliki sertifikat PKb, sehingga pemeriksaan sapi betina positif bunting membutuhkan jangka waktu yang lebih lama," kata Aris menambahkan.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR