BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tokoh masyarakat Lampung mengajak rakyat Sai Bumi Ruwa Jurai untuk menjaga situasi kondusif dengan tidak turut serta dalam aksi people power. Gerakan massa dinilai akan merugikan rakyat.

"Jadi saya mengajak masyarakat menjaga suasana setelah Pemilu 17 April. Kehidupan sosial, ekonomi, perkantoran berjalan. Jadi saya mengimbau ikuti aja tahapan, hasilnya menunggu penetapan oleh KPU pada 22 Mei mendatang," ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung Moh Mukri, Rabu (15/5/2019).



Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung itu menuturkan dalam negara demokrasi, seorang pemimpin tidak hanya siap untuk menang juga harus siap kalah. "Terlalu mahal bangsa ini kalau terjadi people power yang sejatinya ingin menggulingkan kekuasaan," kata Mukri.

Demikian juga disampaikan Ketua DPD I Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi. Gubernur Lampung terpilih itu mengimbau dan meminta masyarakat Lampung khususnya agar tetap menjaga suasana kondusif.

"Masyarakat Lampung harus kondusif dan menjaga persatuan. Memilih pemimpin itu penting, tapi yang lebih penting lagi menjaga persatuan," kata Arinal.

Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Edward Syah Pernong Sultan Sekala Bkhak Yang Dipertuan ke-23 mengatakan seluruh proses politik ada tatanannya. Kalau melanggar tatanan hukum, berarti main hakim sendiri dan melawan konstitusi.

Menurutnya, people power tidak ada dasar dan tidak pernah dilakukan di negeri ini. "Penggalang untuk pengggulingan pemerintah yang sah melanggar norma konstitusional," katanya saat dhubungi Lampung Post.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya mulai mengusut laporan terhadap sejumlah tokoh, mulai politikus PAN Amien Rais, Habib Rizieq Syihab, dan Bachtiar Nasir terkait dugaan makar. "Sudah diterima dan akan dipelajari oleh penyidik. Untuk dilakukan penyelidikan," kata Argo di Mapolda Metro yang Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2019).

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR