SUKADANA (Lampost.co) -- Dinas Perikanan dan Peternakan Lampung Timur bergerak cepat menyikapi kasus gigitan anjing terhadap seorang balita berusia 3 tahun di Desa Labuhan Rati VIII, Kecamatan Labuhanratu, pada Kamis (15/3/2018).

Gerak cepat itu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan munculnya penyakit rabies, dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban gigitan serta mengambil sampel kepala anjing yang menggigit korban untuk diperiksa di Balai Veteriner, Provinsi Lampung. Sementara balita yang digigit anjing milik orang tuanya sendiri itu kini sudah dua kali diobati di RSU A Yani, Kota Metro.



Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Lamtim, KMS Tohir Khanafi, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Himawan, Kamis (22/3/2018) mengatakan kasus gigitan anjing terhadap seorang balita ini terjadi pada Kamis (15/3/2018) lalu, cukup mengejutkan pihaknya. Sebab disamping kasus gigitan anjing yang baru diterima laporannya itu, pekan lalu Bidang Kesehatan Hewan juga baru saja melakukan vaksinasi anti rabies terhadap hewan penular rabies (HPR) di wilayah tersebut.

"Karena itu kami cukup terkejut ketika menerima laporan mengenai adanya kasus gigitan anjing liar terhadap seorang anak kecil di Desa Labuhan Ratu," katanya.

Ia mengatakan petugas udah memeriksa dan mengamati korban gigitan. Pihaknya juga atas izin pemilik anjing telah menangkap dan menyembelih anjing yang telah menggigit korban. Setelah disembelih kepala anjing selanjutnya dibawa ke Balai Veteriner Provinsi Lampung untuk dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan di balai tersebut diperkirakan baru dapat diketahui hasilnya sekitar Selasa (27/3/2018) pekan depan.

"Kami menduga bahwa anjing tersebut suspect rabies. Sementara untuk kepastiannya menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukakan oleh Balai Veteriner selesi," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR