BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Lampung Tengah menjadikan gotong royong sebagai semangat yang harus disebarluaskan dalam Lampung Fair 2019, untuk mempercepat pembangunan daerah.

Bupati Lampung Tengah, Lukman Joyo Sumarto menjelaskan program utama kabupaten yang dipimpinnya merupakan gotong royong. Sebab, sifat itu menjadi kekuatan luar biasa. Dengan gotong royong akan membuat semua permasalahan bisa teratasi. Dengan syarat bisa ditangani secara bersama-sama.
"Dengan gotong royong kita bisa merealisasikan yang tidak mungkin menjadi mungkin, berat menjadi ringan, dan sulit menjadi mudah," kata Lukman dalam perbincangan di panggung utama Lampung Fair, Jumat (26/4/2019) malam.
Menurutnya, penerapan gotong royong itu atas dasar perbandingan luas wilayah yang besar dengan kemampuan keuangan yang terbatas. Sehingga, bisa mengatur keuangan yang terbatas untuk mencukupi kebutuhan semua daerah. Untuk mengajarkan semangat itu, maka jajaran pemerintah daerah pun selalu hadir guna mendukung masyarakat bergotong royong.



Menurutnya, Lampung Tengah tidak akan bisa berhasil jika hanya dibangun dari bupatinya sendiri. Namun, harus ada andil dari masyarakatnya. Untuk itu sejak 2019 ini Pemda menganggarkan dana gotong royong yang berguna untuk membeli material sebagai dukungan dalam pembenahan kampung.
"Hasilnya sekarang sifat gotong royong itu sudah mulai bergerak sendiri di masyarakat tanpa ada dorongan dari pemerintah. Seluruh lapisan masyarakat harus berkomitmen pada diri sendiri, mulai dari niatnya sama, langkah yang sama dalam pelaksanaannya. Lalu satu suara, sehingga tidak membingungkan masyarakat, dan berkomitmen dalam tujuan yang sama," ujar dia.

Sekretaris Kabupaten, Adi Erlansyah mengatakan dengan bergotong royong semua lapisan masyarakat bisa memiliki andil dalam pembangunan daerah. Sebab, pembangunan akan berhasil jika pemerintah, swasta, dan masyarakat bisa bekerja sama. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR