BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)---Perluasan areal tanam baru (PATB) menjadi syarat untuk menggenjot produksi pangan di Lampung yang mencakup padi, jagung, dan kedelai. Perluasan ini tidak harus semuanya lahan baru, tapi dengan memaksimalkan lahan yang belum dimanfaatkan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Edi Yanto menjelaskan pemerintah tahun ini menargetkan peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai atau pajale untuk memenuhi kebutuhan pasar daerah dan memberikan kontribusi terhadap pangan nasional.



"PATB itu tidak harus semuanya lahan baru. Bisa dengan memanfaatkan ladang, perkebunan, pekarangan, dan lahan yang tidak dimanfaatkan," kata Edi kepada Lampung Post, Kamis (8/2).

Berdasar pada data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, penambahan luas sawah pada tahun ini ditargetkan hingga 23 ribu hektare dari 836 ribu menjadi 859 ribu hektare. Sedangkan luas lahan jagung bertambah dari 489 ribu hektare menjadi 642 ribu hektare dan lahan tanam kedelai dari dari 4.194 hektare menjadi 141 ribu hektare.

Selain PATB, ujarnya, peningkatan produksi juga dilakukan dengan memanfaatkan pola tanam, seperti monokultur atau tumpang sari. Pemerintah juga akan melakukan pendampingan petani untuk meningkatkan produksi pajale maupun tanaman hortikultura.

Menurut dia, penggunaan varietas unggul juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan produktivitas. Varietas unggul ini penting dalam menghasilkan produksi pajale yang berkualitas. "Kami optimistis bisa meningkatkan produksi ketiga komoditas itu. Tahun lalu pemerintah terbukti mampu meningkatkan produksi jagung hingga 700 ribu ton," ujarnya.

Produksi padi di Lampung tahun 2017 mencapai hasil 4,3 juta ton dan ditargetkan meningkat hingga 4,4 juta ton pada tahun ini. Sementara produksi jagung tahun 2017 sebesar 2,4 juta ton dan akan ditingkatkan menjadi 3,2 juta ton pada tahun 2018.

Untuk komoditas kedelai, produksinya turun drastis dari 9.960 ton tahun 2016 menjadi 4.219 pada 2017. Namun, produksi ditargetkan melonjak tinggi hingga 199 ribu ton pada tahun ini.
 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR