BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Provinsi Lampung bersama Provinsi Sumatera Barat meningkatkan kerja sama ekonomi, pariwisata, sosial budaya, dan pendidikan yang dimantapkan dalam forum bisnis Minangkabau Begawei 2018 di DPD Gebu Minang Lampung Hotel Emersia, Kamis (26/7/2018) dan pameran di Mal Kartini mulai Jumat (27/7/2018).

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan Lampung merupakan provinsi lumbung ternak sapi di Indonesia, dan Sumatera Barat butuh suplai ternak, karena tingginya permintaan rendang baik untuk konsumsi lokal, antar Provinsi hingga di ekspos ke luar, Seperti Saudi Arabia.
"Kami sangat butuh sapi, makanya selain kita minta pasokan, kita harap ada pertukaran kemapuan SDM juga, kita sudah siapkan lahan sekitar 500 hektare di Kabupaten Pasaman, bisa dibuat lumbung ternak dengan kemampuan pengelolaan yang dipelajari dari Lampung. Infrastruktur baik jalan dan pelabuhan sudah tersedia," ujarnya Kamis (26/7/2018).
Selain itu, Sumatera Barat juga akan mencontoh teknologi dan pengohalan, sabuk kepala, kopi, hingga meminta pasokan singkong untuk produksi kripik sanjai. "Pertanian kita sudah mulai pesat untuk komiditi yang lain, kita harus belajar dari Lampung," katanya.
Sementara Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan, pihaknya juga akan mengadaptasi pengelolaan wisatawa di Sumbar. Kendati angka pelancong ke Lampung terus meningkat bahkan mengalahkan Bali, tetapi Sumbar lebih maju secara pengelolaan, khususnya desa wisata.
Bentuk Manajemen SDM, dan teknis yang akan dipelajari Lampung. Dua daerah disiapkan Ridho yakni, Pesisir Barat dan Pesawaran.
"Kita dorong agar pengelolaannya maksimal, turis bisa datang sehingga pendapatan warga meningkat," katanya.
Sementara Ketua DPW Gebu Minang Lampung, Ginta Wiryasenjaya mengatakan, selain fokus pada bidang ekonomi dan pariwisata, DPW Gebu minang juga fokus mengedepan sektor pendidikan. Langkahnya, menyiapkan bea siswa dan rumah susun warga Sumbar, yang berkuliah di Lampung. Kemudian partisipasi kepedulian terhadap warga Minang yang tertimpa kesulitan di Lampung.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR