BANDAR LAMPUNG (Lampost. co) -- Berdasarkan Annual Parasite Incidence (API) dari Kementrian Kesehatan jumlah kasus penderita malaria di Lampung  di tahun 2015  jumlahnya mencapai 0,49%. Sebab  Lampung menjadi salah satu daerah endemis nyamuk malaria cukup tinggi, khusus  di daerah pesisir seperti di Peasawaran, dan daerah pesisir lain. 

" Sama seperti Demam berdarah dengue (DBD), penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk. Untuk penyakit malaria sendiri disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles," kata dokter di Rumah Sakit DKT Bandar Lampung Riyan Wahyudo, kepada Lampost. co



Dia menguraikan, penyakit malaria pada dasarnya adalah infeksi parasit plasmodium, salah satunya plasmodium falciparum, dan plasmodium vilvate, yang penyebaranya disebabkan oleh nyamuk anopheles betina, nyamuk malaria biasanya menggigit dimalam hari.
Umumnya gelaja penyakit malaria ditandai dengan demam tinggi, menggigil disertai keringat, sedangkan penyerta lainya biasanya pasien malaria sering mengeluh sakit kepala, mual, mutah, dan nyeri sendri. " Jika sudah berlangsung lama bisa mengakibatkan anemia, dan mata terlihat menguning," jelas dia

Berbeda dengan pasien pada umumnya, penanganan pasien malaria akan ditangani berdasarkan dengan jenis parasit yang ditemukan.
" Saya sarankan pasien malaria harus dirawat secara medis, yaitu dokter. Ketika pasien dirawat sendiri akan beresiko resisten sama obat, parasit tidak merespons pengobatan yang diberikan, maka harus dilakukan secara medis," " katanya.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR