BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menandatangani perjanjian kerjasama (MoU) bersama tiga surat kabar harian di Lampung termasuk Lampung Post. Penandatanganan kerjasama itu berlangsung di aula Mapolda Lampung, Jumat (16/3/2018).

Dalam perjanjian itu, Polda Lampung mendapatkan pelatihan deklarasi anti hoaks, hate speech, dan isu SARA, sertia menyiapkan materi yang diperlukan. Pihak Lampung Post menjadi media yang melaksanan pelatihan deklrasasi anti hoax, hate speech, dan sara, dan menerbitkan deklarasi tersebut dalam pemberitaan surat kabar Lampung Post, Lampost.co, dan Sai Radio.



Mewakili para pemimpin redaksi (Pimred), Iskandar Zulkarnain, Pimred Lampung Post mengatakan, kendati jalinan kerjasama tersebut bersifat saling menguntungkan, khususnya pemberitaan kinerja, dan program Polri namun media harus tetap bersikap independen, tidak memihak pada golongan manapun.

"Dengan adanya MoU ini, kerjasama antara media dan kepolisian terjalin namun kegiatan jurnalistik juga harus menjaga independensi, jangan ada kepentingan politis," ujarnya saat memberikan sambutan, di Mapolda Lampung, Jumat (16/3/2018).

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Suntana mengatakan media harus bersinergi dengan kepolisian. Media bukan sebagai musuh, tapi sebagai mitra dalam memecahkan suatu masalah.

"Semoga tiap media yang menandatangani MoU dapat memberikan manfaat, untuk kamtibmas di Provinsi Lampung, memberikan penyajian berita yang sesuai etika jurnalistik, dan membantu program polda dengan pemberitaan," katanya.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR