BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung meyakini tingkat literasi dan inklusi pada industri keuangan di Bumi Ruwa Jurai dapat menyentuh target nasional pada 2019. Sebab, berdasarkan survei terakhirnya, penggunaan dan pemahaman masyarakat terhadap produk lembaga keuangan masih tercatat rendah. 

Kepala OJK Lampung Indra Krisna menjelaskan literasi keuangan merupakan pengetahuan dan pemahaman terhadap produk jasa keuangan yang digunakan masyarakat. Sedangkan inklusi adalah tingkat penggunaan masyarakat atas jasa dan produk keuangan yang ada. 



Berdasarkan survei terakhir pada 2016, literasi keuangan di tingkat nasional hanya sebesar 29,7% dan inklusinya mencapai 67,8%. Sedangkan literasi Lampung sebesar 26,9% dengan inklusinya keuangan mencapai 69,8%. Angka itu masih terbilang rendah, karena di bawah target nasional. 

"Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 50 Tahun 2017 tentang Strategi Nasional Perlindungan Konsumen Literasi Keuangan ditargetkan dapat mencapai 35% dan berdasar pada Perpres Nomor 82 Tahun 2016 inklusi dipatok di angka 75%," kata Indra kepada media di kantornya, Selasa (12/2/2019). 

Dia melanjutkan kendati survei terakhir menunjukkan tingkatan yang masih rendah. Lembaga independen pengawas industri jasa keuangan (IJK) itu diyakini dapat mencapai target yang ditetapkan presiden. "Pemerintah mentargetkan angka itu bisa dicapai ditahun ini. Kami yakin tingkat 35% dan 75% itu bisa dicapai," ujarnya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR