BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat, Kamis (7/12/2017), menggelar rakor dengan menghadirkan utusan dari para kelompok tani dan peternak. Kegiatan itu dalam rangka meningkatkan pembangunan perkebunan dan peternakan.
Rakor tersebut menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri untuk menyampaikan tentang proses peminjaman modal. Kepada para peserta rakor itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lambar Tri Umaryani meminta kepada para petani agar mengetahui dan mengerti serta dapat memanfaatkan setiap bantuan pemerintah yang telah diberikan.
Tujuan dan sasaran dari dilaksanakannya rakor pembangunan bidang perkebunan dan peternakan ini adalah untuk meningkatkan produksi, produktivitas, mutu, nilai tambah, dan daya saing serta pemasaran.
Bidang perkebunan, produktivitas kopi robusta masih belum optimal yakni baru mencapai 1,150 ton/ha/tahun. Kemudian, mutu sebagian produksi masih rendah baik grading maupun cita rasa serta mata rantai pemasaran masih panjang.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, strateginya adalah peningkatan produktivitas melalui peremajaan, intensifikasi lahan, konservasi lahan, dan antisipasi iklim. Kemudian, penyiapan bibit unggul, bantuan alat mesin pertanian dan penerapan good agricultural practices.
Upaya lainnya adalah peningkatan pendapatan melalui diversifikasi tanaman dan optimalisasi lahan kopi dengan komoditas cengkih, lada, dan lain-lain serta integrasi dengan ternak. Peningkatan mutu dan nilai tambah melalui anjuran petik merah dan penanganan pascapanen.
Kemudian, peningkatan infrastruktur pertanian, antara lain melalui jalan produksi, embung, dan bangunan konservasi lahan. Peningkatan kapasitas dan profesionalisme petugas perkebunan dalam pembinaan dan pendampingan petani. Mendorong minat investor dan kemitraan melalui promosi yang intensif dan lain sebagainya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR