LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 13 September
2234
LAMPUNG POST | Lampung akan Helat Festival Layang-Layang
Uji coba layang-layang pada Rabu (13/9/2017) di Lapangan Korpri Pemprov Lampung, terkait gelaran Festival Layang Layang pada akhir November mendatang. (Foto:Lampost/Zainuddin)

Lampung akan Helat Festival Layang-Layang

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Minat masyarakat untuk bermain layang-layang, khususnya di Provinsi Lampung makin hari makin turun akibat dampak dari kemajuan teknologi dan permainan beralih ke era digital.
Hal itu membuat para penggiat dan pencinta hobi layang-layang di Bumi Ruwai Jurai sedikit sedih.
Budi Darmawan dan Ansori Djausal merupakan penghobi dan penggiat layang-layang di Lampung, berencana mengadakan festival layang-layang tingkat nasional. Tak Tangung-tanggung Budi yang juga Kadis Bina Marga Provinsi Lampung dan Ansori yang merupakan budayawan akan menggandeng penggiat layang-layang sekaligus pemilik museum nasional layang-layang di DKI Jakarta, yakni Endang Ernawati.
Kepada Lampost.co, Budi Darmawan mengatakan rencana festival layang-layang tersebut berencana digelar pada akhir bulan November 2017, dengan mendatangkan sekitar 20 lebih pemain layang-layang profesional dari berbagi provinsi.
"Karena kerinduan akan festival layang--layang kami inisisatif akan buat acara, walau tahun kemarin sempat ada di Lampung Krakatau Festival (LKF)," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (13/9/2017) di Lapangan Korpri Pemprov Lampung.
Menurut dia, venue yang digunakan kemungkinan besar Lapangan Korpri mengingat lokasi yang cukup luas, akses  masyarakat yang mudah, dan kondisi angin yang baik. Hal itu telah dibuktikan pada Rabu (13/9/2017), sejumlah penggiat layang-layang mengadakan uji coba terbang, berbagai layang-layang seperti gurita, layang-layang dua dimensi dan lain-lain berhasil diterbangkan.
"Mudah-mudahan kalau enggak ada kendala kami jadi lah di sini, kami juga akan coba koordinasi dengan Kadis Pariwisata Pak Budiharto untuk support, walau ini bukan ajang Pemprov sih," tandasnya.
Sementara itu, Ansori Djausal mengatakan penggiat dan penghobi layang-layang kini hilang dan sulit ditemukan, lebih tepatnya sekitar awal tahun 2000 minat akan permainan tradisional ini mulai turun drastis. Padahal dulu Lampung aktif dalam berbagai festival layang-layang dari tahun 1992.
"Jadi nanti kalau jadi, selain melestarikan layang-layang, kita juga bisa kenalkan potensi pariwisata kepada warga luar," singkatnya.
Sementara itu, Endang Ernawati mengatakan kemungkinan besar festival tersebut akan diadakan di Lapangan Korpri. Ia juga akan menggandeng sekitar 20 pemain layang-layang dari luar Lampung, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Sumaatera Barat, Banten, Aceh, dan tentunya Lampung. Berbagai aneka layangan seperti dua dimensi, tiga dimensi, dan layangan ketangkasan akan diterbangkan pada festival tersebut.
"Kita juga akan adakan workshop dan undang penggiat layang-layang tradisional di Lampung. Harapannya nanti masyarakat, khususnya anak-anak bisa mencintai permainan tradisonal yang kini perlahan pudar," pungkas wanita asal Jakarta Selatan itu.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv