LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 15 July
4851

Tags

LAMPUNG POST | Lampu Lalu Lintas
Vera Aglisa, wartawan Lampung Post. Dok. Lampost.co

Lampu Lalu Lintas

“SEMRAWUT!” kata itu sangat pantas menggambarkan arus lalu lintas di beberapa jalan protokol di Bandar Lampung. Bagaimana tidak, pengendara sering menyepelekan lampu lalu lintas sehingga menyebabkan kemacetan. Pengendara yang menerobos lampu merah menjadi pemandangan yang selalu terlihat. Khususnya jalan yang selalu saya lalui untuk menuju kantor di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa, Bandar Lampung. Di antaranya lampu lalu lintas di Jalan Cut Nyak Dien, persimpangan Jalan Panglima Polim, di Jalan ZA Pagaralam di simpang Unila, maupun di Bundaran Patung Raden Intan.
Oknum pengguna jalan itu dengan santainya melanggar lampu lalu lintas. Kesal, tentu saja kesal dengan ulah yang membahayakan keselamatan si pengendara dan pengguna jalan lainnya. Seharusnya, pengendara yang sudah dewasa (tentu saja dewasa karena minimal mereka berusia 17 tahun dan memiliki SIM) mampu menahan diri untuk tidak melanggar aturan yang ada.
Informasi dari Wikipedia, lampu lalu lintas (menurut UU No. 22/2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan: alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL) adalah lampu yang mengendalikan arus lalu lintas yang terpasang di persimpangan jalan. Lalu di tempat penyeberangan pejalan kaki (zebra cross) dan tempat arus lalu lintas lainnya. Lampu ini yang menandakan kapan kendaraan harus berjalan dan berhenti secara bergantian dari berbagai arah lalu lintas.
Pengaturan lalu lintas di persimpangan jalan untuk mengatur pergerakan kendaraan pada masing-masing kelompok kendaraan agar dapat melaju secara bergantian sehingga tidak saling mengganggu antar-arus yang ada. Bahkan, lampu lalu lintas telah diadopsi di hampir semua kota di dunia ini. Lampu ini menggunakan warna yang diakui secara universal: untuk menandakan berhenti adalah warna merah, hati-hati yang ditandai dengan warna kuning, dan hijau yang berarti dapat berjalan.
Pemerintah juga telah memberikan payung hukum untuk penindakan bagi pelanggar lampu lalu lintas. Berdasarkan undang-undang tersebut, setiap pengendara yang melanggar rambu lalu lintas dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. Hal itu diatur pada Pasal 287 Ayat (1). Jadi, sudah jelas, pengendara harus mengindahkan aturan mengenai lampu jalan. Hilangkan semua alasan karena terburu-buru atau tidak melihat lampu telah berganti warna. Sayangi diri dalam berkendara dan turut menjaga keselamatan jiwa orang lain. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv