KALIANDA (Lampost.co)--Seratusan anak-anak pengungsi asal Pulausebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, menimba ilmu di tenda darurat di Stadion Raden Intan Kalianda, Selasa (8/1/2019). 

Ratusan anak-anak mulai dari PAUD, SD, SMP, dan SMA terpaksa menuntut ilmu di tenda yang didirikan Pemkab Lamsel. Serba-keterbatasan, mereka pun semangat juang meraih cita-cita mereka di balik duka setelah bencana tsunami itu.



Dari kasat mata terlihat jelas bila fasilitas tenda tentu tidak senyaman ruang kelas permanen. Lantai tenda masih beralaskan tanah dan rumput yang dilapisi tikar sehingga permukaannya tidak rata. Hawa panas menerpa meski sudah dihalau kipas angin.

Selain itu, bila turun hujan deras menjadi ancaman serius bagi mereka, karena bisa menimbulkan genangan air di lantai tanah. Meski terbatas fasilitas, tidak tampak raut muram pada wajah anak-anak tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamsel Thomas Amiriko mengatakan sebanyak 110 siswa dari berbagai jenjang itu mengikuti pelajaran di sekolah darurat, adapun perincian mereka berasal dari Pulausebesi dan Sebuku itu, yakni PAUD 3 orang, TK 5 orang, SD 73 orang, serta SMP dan SMA 18 orang.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR