BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tim Satgas Pangan Kota Bandar Lampung menemukan segudang persoalan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Toko Tani Indonesia, Jalan Pangeran Antasari, Bandar Lampung, Kamis (5/4/2018). Dalam sidak itu terungkap bahwa toko yang berdiri sejak dua bulan itu belum mengantongi izin, seperti Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Ditemukan pula daging yang dijual kemasannya rusak sehingga dikhawatirkan bahan makanan tersebut terkontaminasi. Selain itu tidak terdapat tanggal kadaluarsa pada kemasan. Sedangkan bakso dan sosis tidak ada izin sehingga ditarik oleh BPOM. Begitu juga dengan kentang tidak ada izin edar, dan daging bebek tidak ada tanggal kadaluarsa. Ketua Tim Satgas Pangan M Yusuf mengatakan sidak kali ini melibatkan Dinas Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Pol PP, dan Dinas Kesehatan, serta BPOM. Menurut dia, ada beberapa temuan antara lain lemari pendingin penyimpan daging tidak sesuai karena tidak ada alat ukur suhu. "Seharusnya ada alat pengukur, termometer, harus ada kontrol suhu dan dicatat, kalau mati lampu dia cair, walau dibekukan lagi dia rusak, makanya harus ada genset," kata dia. Selanjutnya adalah kemasan, pihaknya menemukan kemasan daging robek yang tidak diganti. "Kemasan robek dapat terjadi kontaminasi, terpapar, kemasan harus utuh, kalau tidak, singkirkan," kata dia. Ditemukan juga makanan olahan bakso daging sapi belum ada izin edar. Meski produk rumahan, sudah seharusnya ada izin edar. "Sudah dibawa oleh petugas BPOM untuk uji lab," kata dia. Dari semua temuan itu tim Satgas Pangan memberikan kesempatan kepada pihak Toko Tani untuk memenuhinya. Terkait izin SITU dan TDP diberi tenggat dua pekan. Pemkot mengancam akan menutup toko tersebut jika tidak mengindahkan hal tersebut. "Ada tenggat waktu yang harus dipenuhi. Kalau tidak ada izin dan kami beri tempo, kalau tidak dipenuhi, akan kami tutup untuk sementara sampai administrasinya dilengkapi, setelah kami cek tidak ada SITU dan TDP," tegas M. Yusuf yang juga sekretaris Dinas Pangan Kota Bandar Lampung ini. Menurut dia, apa yang dilakukan saat ini merupakan langkah pembinaan terhadap toko. "Sekarang kita lakukan pembinaan, kalau nanti masih melakukan penjualan tanpa syarat yang kita tentukan akan kita kena sanksi yang berlaku," kata dia. Pihaknya bisa datang kapan saja untuk memastikan Toko Tani yang merupakan perpanjangan tangan Kementerian Pertanian itu memenuhi standar yang ditentukan oleh pemerintah. "Kita ada 10 toko tani tapi yang lain sembako, beras, kalau daging hanya satu ini. Kita bertugas bagaimana agar toko tani ini memenuhi standar yang disyaratkan pemertintah baik dari segi kemasan, izin dan lainnya seperti lemari pendingin sertifikasi halal dan izin izin prinsip. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR