MENGGALA (Lampost.co)--Selama November 2018 Satreskrim dan Polsek jajaran Polres Tulanbawang berhasil mengungkap 9 kasus tindak kejahatan dan membekuk 14 pelaku.

Kapolres Tulangbawang, AKBP Syaiful Wahyudi, bersama Wakapolres Kompol Djoni Aripin, Kasat Reskrim AKP Zainul Fachry, dan Kasubbag Humas Iptu Endri Junaidi saat konferensi pers hasil ungkap kasus para pelaku tindak pidana selama November 2018, Selasa (4/12/2018), di GSG (gedung serba guna) Wira Satya Polres setempat memaparkan hal itu.



“Kasus curas (pencurian dengan kekerasan) dengan 1 orang pelaku, kasus curat (pencurian dengan pemberatan) dengan 5 orang pelaku, kasus penganiayaan dengan 1 orang pelaku, kasus penggelapan dalam jabatan dengan 2 orang pelaku, 3 kasus perbuatan cabul terhadap anak dengan 3 orang pelaku dan 2 kasus kepemilikan senpi (senjata api) illegal dengan 2 orang pelaku,” jelas Kapolres.

Pada kasus curat yang berhasil diungkap, mereka merupakan sindikat spesialis pembobol ATM (anjungan tunai mandiri) dengan TKP (tempat kejadian perkara) sebanyak 16 yang berada di Provinsi Lampung.

“Ada 6 TKP berada di wilayah Kabupaten Tulangbawang, 1 TKP berada di wilayah Kabupaten Mesuji, 4 TKP berada di wilayah Kota Metro, 4 TKP berada di wilayah Kodya Bandar Lampung dan 1 TKP berada di wilayah Kabupaten Lampung Tengah,” terang AKBP Syaiful.

Adapun identitas ke 5 pelaku spesialis curat pembobol ATM yaitu BA (41), NA (30) dan ES (35), mereka merupakan warga Kampung BumiJaya, JA (40), warga Kampung Suka Carik, Kecamatan Batang Hari Nuban, serta RE (35), warga Kampung Sukada, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR