BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tekab 308 Polsek Telukbetung Selatan
dan Polresta Bandar Lampung menangkap Danu (22) satu jam setelah
menjambret di Jalan Gatot Subroto, Kamis (11/1) malam. Warga
Garuntang, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung ini terpaksa
ditembak polisi karena melawan dan berusaha melarikan diri.
Polisi juga menangkap rekannya, Asrat (30) warga Garuntang,
Telukbetung Selatan. Asrat adalah komplotan Danu yang kerap
menjabret bersama. Dari Asrat polisi menyita dua paket kecil
sabu-sabu.
Sedangkan dari hasil kejahatan menjabret polisi menyita barang
bukti satu unit ponsel. Satu unit motor yang digunakan pelaku
untuk menjabret juga diamankan polisi.
Petugas kini masih mengejar satu pelaku lainnya berinisial AG
(DPO) yang diketahui bekerja sebagai satpam di salah satu pabrik
singkong di Lampung Timur.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Harto Agung Cahyono
mengatakan penjambretan dialami Fatimah, warga Lampung Tengah saat
melintas di Jalan Gatot Subroto, Pahoman, Bandar Lampung.
"Di depan RRI sepeda motor korban di pepet dua pelaku menggunakan
sepeda motor langsung merampas ponsel korban yang diletakkan di
dashboard depan motor matic korban kemudian kabur," kata Harto
didampingi Kapolsek Telukbetung Selatan, Kompol Listiyono Dwi
Nugroho.
Berdasarkan laporan korban, petugas kemudian melakukan pengejaran
dan berhasil meringkus salah satu pelaku. "Usai menjabret para
pelaku menyembunyikan sepeda motornya, lalu berpura-pura jalan
kaki untuk menghilangkan jejak. Namun polisi yang telah
mengantongi ciri-ciri pelaku berhasil mengidentifikasinya," kata
Harto.
Kedua pelaku disergap polisi. Satu orang lainnya melarikan diri,
satu lainnya yakni Danu ditembak dan tersungkur. "Kami sudah
berikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan," kata Mantan
Kapolsek Tanjungkarang Barat ini.
Polisi kemudian berhasil meringkus rekannya tersebut beberapa saat
kemudian setelah berhasil mengorek informasi dari pelaku utama
yang ditembak. "Satu pelaku lainnya Asrat kami tangkap di wilayah
Garuntang, polisi menemukan dua paket sabu-sabu dari Asrat," kata
Harto.
Danu mengaku dalam dua bulan terakhir sudah 10 kali beraksi di
wilayah Bandar Lampung masing-masing di Jalan Soekarno Hatta,
Jalan Yos Sudarso, Sukaraja, dan Panjang. "Sasaran kami adalah
wanita dan anak sekolah," kata pelaku. 
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR