BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Bintang Andromeda, warga Desa Banyu Urip, Kecamatan Banyu Mas, Kabupaten Pringsewu, dituntut Jaksa Penuntut Umum Kejati Lampung dengan pidana penjara selama 4 tahun kurungan, karena  terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 1 Ayat (1) UU darurat RI  Nomor 12 tahun 1951.

Jaksa Andri Kurniawan dipersidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Kamis (1/11/2018) mengatakan, perbuatan bintang Andromeda secara sah terbukti dan memenuhi unsur melanggar pasal tersebut yakni barang siapa, tanpa hak, memasukan barang ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba, menyerahkan, menguasai, membawa, bahan peledak terpenuhi. 



"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Bintang Andromeda dengan pidana penjara selama 4 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, denga perintah terdakwa tetap ditahan," katanya.

Jaksa Andri mengatakan perbuatan Bintang berawal pada Minggu (13/5/2018) ketika itu dia  terinsipirasi dari pemberitaan terkait bom di Surabaya. Bintang lantas mengakses YouTube terkait dengan cara pembuatan bom. 

Dari situ dia merakitnya. Dan kemudian pergi ke Transmart yang ada di Jl. Sultan Agung, Way Halim. Disitu ia menuju lantai lima dimana ada bioskop CGV. Ia kemudian menuju toilet. Disitu, Bintang meletakan bungkusan berisi bahan peledak yang dirakit seperti bom itu didalam toilet.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR