KALIANDA (Lampost.co)--Sebanyak 35 bidang lahan warga Dusun Gayaindah, Desa Batuliman Indah Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, dieksekusi, Kamis (15/3/2018).

Pembacaan penetapan surat eksekusi nomor 12/Pdt.P.Eks/2018/PN kla di bacakan pihak Pengadilan Negeri Kalianda dan di dampingi panitera. Eksekusi lahan terkait pembebasan lahan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) STA 50+640 Dusun Gayaindah, Desa Batuliman Indah.



Uang sebesar Rp7 miliar yang sudah di konsinyasi ke PN Kalianda oleh PPK untuk pembayaran ganti rugi tanam tumbuh dan bangunan di bayarkan ke masyarakat setempat.

Eksekusi tersebut berlangsung aman dan tertib, tidak ada penolakan dari masyarakat setempat.
Sebanyak 111 anggota jajaran Polres Lampung Selatan dan satu pleton TNI Kodim 0421 Lamsel di terjunkan untuk mengamankan eksekusi lahan terkait tanah milik Kehutanan tersebut .
"Anggota Polri 111 orang di tambah 30 anggota TNI," kata Kabag Ops Polres Lampung Selatan, Kompol Yuspita Ujang.


Sebanyak 65 lahan milik masyarakat desa setempat terkena proyek JTTS. Masyarakat tersebut sudah punya sertipikat dan sporadik. 
"Sebagian sudah punya sertipikat tanah dan sporadik," kata Kepala Desa Batuliman Indah, Bejo. 

Kepala Proyek (Kapro) PT Waskita Karya STA 39-52, Marsesa Edwar mengatakan pembayaran ganti rugi hanya untuk tanaman tumbuh dan bangunan.

"Untuk ganti rugi lahan atau tanahnya masih dalam proses di Pengadilan Negeri," katanya.

Setelah di bacakan surat eksekusi oleh PN Kalianda, pihaknya langsung tancap gas menggusur tanaman yang ada di lahan tersebut.
"Lahan seluas 500 meter yang di eksekusi tadi," katanya.

Dijelaskannya, di areal pembangunan proyek JTTS yang dikerjakannya ada dua over pass, terdapat satu yang belum dikerjakan sama sekali karena permasalahan pembebasan lahan.
"Satu overpass belum sama sekali dikerjakan karena masalah hutan register 40," kata dia.
Sepanjang 1,2 km lahan yang belum selesai proses ganti rugi terkait register 40 yang berada di dua desa.
"Berada di Desa Batuliman Indah dan Tanjungratu," katanya.

Pihaknya optimis target mega proyek nasional selesai tepat waktu, mengingat kendala hutan register sudah hampir rampung.
"Target tercapai, jalan tersambung tapi sebatas bisa di lalui," katanya.
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR