BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Selama awal 2018, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandar Lampung telah menemukan sejumlah makanan mengandung pewarna tekstil dan bleng mengandung boraks dari tujuh pasar di tiga kabupaten kota di Lampung. Bahkan di Kabupaten Pringsewu disita  sebanyak 49 glondongan bahan adonan kerupuk.
Dari tujuh pasar dilakukan pengujian 295 sampel dengan hasil 259 sampel memenuhi syarat, 36 sampel tidak memenuhi syarat atau mengandung bahan berbahaya. Adapun lokasi pasar di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pringsewu, dan Lampung Selatan.

Di Bandar Lampung, adalah Pasar Tugu, Pasar Way Kandis, dan Pasar Panjang. Kemudian di Pringsewu, adalah Pasar Terminal, area car free day, Pasar Gading Rejo, dan Pasar Sukoharjo. Sedangkan di Lampung Selatan adalah Pasar Natar.
Petugas menemukan cenil, cendol sagu mutiara, kelanting mengandung pewarna tekstil (Rhodamin B), bleng mengandung boraks di Pasar Tugu.
Sementara di Pasar Way Kandis, kerupuk singkong mengandung pewarna tekstil, dan di Pasar Panjang ditemukan sagu mutiara cendol, kelanting mengandung pewarna tekstil serta bleng mengandung boraks.
Kemudian di Pringsewu, ditemukan bleng mengandung boraks, kerupuk singkong, kerupuk merah cenil, dan kerupuk bibir merah, serta kelanting merah mengandung pewarna tekstil.
Kemudian di Pasar Natar Lampung Selatan, ditemukan kelanting, kerupuk singkong, kerupuk eyek eyek, kerupuk bibir merah, pacar cina, mengandung pewarna tekstil, dan dua bleng cap jago mengandung boraks.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandar Lampung, Syamsuliani, menjelaskan tindakan tegas yang dilakukan pihaknya sejauh ini adalah penyitaan barang-barang berbahaya tersebut.



"Kita lakukan pembinaan itu yang utama, karena ini UMKM, mungkin nanti kalau kita turun dan ditemukan lagi akan kita beri sanksi, ya efek jeranya dengan pengamanan barang bukti yang jumlahnya cukup signifikan," kata Syamsuliani dalam press rilis di kantornya, Senin (12/2/2018).

Syamsuliani juga meminta pemerintah provinsi kabupaten dan kota, serta kepolisian, kejaksaan, BNN, dan lintas sektoral terkait secara terus menerus komprehensif terpadu dan bersinergi dengan melakukan pengawasan obat dan makanan untuk melindungi masyarakat. 

PENULIS

Deni Zulniyadi

TAGS


KOMENTAR