BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Provinsi Lampung kini bukan hanya menjadi tempat transit peredaran narkoba ke Pulau Jawa, namun sudah menjadi ladang jaringan narkoba untuk menjual barang haram tersebut. 

Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga mengatakan hal tersebut dikarenakan Lampung kini menempati peringkat ke-3 se-Sumatera dan 8 se-Indonesia, dengan jumlah penyalahgunanarkoba sebesar 1,94 % atau 128.529 orang. 



"Sudah belasan jaringan yang kita ungkap. Ada darat, laut, kereta, bandara, pakai kendaraan pribadi, dalam Lapas, bus, ekspedisi, jalur laut oleh Polda, bahkan sampai barang dari Pulau Jawa (Bogor), masuk ke Lampung. Dulu di sini hanya tempat transit," ujar Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga, Selasa (25/6/2019) saat pemusnahan barang bukti narkoba di Pantai Purigading.

Namun, kata dia, di Lampung belum ditemukan adanya tempat produksi skala besar atau home industri. Seperti yang diungkap oleh Polda Metro Jaya belakangan ini. Sehingga, angka prevalensi di Lampung masih terus ditekan dengan memutuskan mata rantai jaringan. "Upaya P4GN terus kita galakan, perda sudah ada, dan sosialisasi juga sudah terus dijalankan," katanya.

Dalam pemusnahan barang bukti narkoba, BNNP memblender 1.528,97 gram (1,5 kg) sabu dan membakar ganja sebanyak 58,5 kg.

Perkara tersebut merupakan ungkap jaringan oleh BNNP selama dua bulan terakhir. "Total ada empat tersangka, untuk sabu yakni ZR, RM, dan ZF yang merupakan seorang kurir narkotika asal Pekanbaru, Riau.Mereka ditangkap saat berada di Jalan Proklamator depan Hotel Sriwijaya, Bandarjaya, Lampung Tengah. Sedangkan JL, kurir asal Aceh yang ditangkap membawa ganja 58 kg, ditangkap di homestay, Jalan Panglima Polim, Tanjungkarang Barat," kata alumnus Akabri 1988 itu.
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR