LIWA (Lampost.co) -- Sebagai langkah pemerataan pembangunan sekaligus menuntaskan 19 pekon yang masih berstatus tertinggal, Pemkab Lampung Barat mulai tahun ini fokus untuk menuntaskan pembangunan di 19 pekon tertinggal.

Hal itu bertujuan untuk mengejar target bupati bahwa tahun 2020 Lambar tidak memililiki pekon tertinggal lagi, sehingga target  keluar dari status kabupaten tertinggal di tahun 2020 menjadi tercapai.



Sekretaris Bappeda Lampung Barat Agustanto Basmar mendampingi Kepala Bappeda Okmal, Jumat (3/8/2018), mengatakan data BPS menunjukkan bahwa tahun 2018 Lambar masih memiliki 19 pekon tertinggal. Disisi lain, bupati telah menargetkan bahwa di tahun 2020 mendatang, Lambar sudah tidak memiliki pekon tertinggal lagi dan pada tahun 2020 Lambar juga keluar dari statusnya sebagai daerah tertinggal.

Terkait dengan itu, kata Agus, pihaknya selama dua tahun ini akan fokus menuntaskan pembangunan di 19 pekon tersebut. Penuntasan dilaksanakan melalui program dana desa (DD).

Prosesnya saat ini sedang dilakukan pemetaan berdasarkan indeks kemajuan desa (IKD). "19 pekon tertinggal itu akan kita bedah dan kita petakan berdasarkan IKD," kata Agus.

Agus menambahkan, pemetaan itu dilaksanakan untuk melihat dan memastikan tentang penyebab dan permasalahan sehingga pekon tersebut masih tertinggal. "Kita akan lihat, penyebabnya tertinggalnya itu apa dan akan ditangani sesuai hasil intervensi aspeknya," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR