LIWA (Lampost.co) -- Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) kini mulai melaksanakan ujicoba pengoperasian mesin kemasan di Lamban Kemasan Lampung Barat.

Untuk mesin yang sudah dilakukan ujicoba sejak beberapa hari ini adalah mesin pembuat banner dan mesin kemasan. Ujicoba ini sebagai upaya peningkatan kapasitas bagi petugas pengoperasianya dengan maksud agar petugas menguasainya, sehingga ketika saat beroperasi secara resmi nantinya maka petugasnya sudah siap untuk melayani secara optimal.



"Sejumlah peralatan pada Lamban Kemasan sudah mulai ujicoba seperti pembuatan banner dan mesin kemasan tetapi untuk pengoperasian secara resmi masih menunggu beberapa peralatan mesin lagi yang saat ini masih dalam proses pengadaan," kata Kadis Koperindag Lambar, Amirian, Kamis (10/5/2018).

Menurutnya, untuk mengoperasikan Lamban Kemasan itu, kini pihaknya masih menunggu beberapa tambahan peralatan mesin lagi yang saat ini masih dalam proses pengadaan. Tambahan peralatan mesin itu antara lain mesin sablon otomatis, digital printing dan kebutuhan bahan bakunya.

Dia mengaku, peralatan mesin yang saat ini siap digunakan adalah 1 unit mesin cetak banner, 1 unit mesin cetak kardus, 1 unit mesin kemasan dan 1 unit stitching. Karena itu untuk pelaksanaan launching operasi baru akan dilakukan jika kebutuhan bahan baku dan peralatan mesin tambahan sudah siap.

Amirian, mengakui meskipun Lamban Kemasan ini belum dioperasikan namun masyarakat sepertinya sudah antusias menanyakan tentang kapan mulai operasinya terutama untuk pembuatan kemasan. Apabila Lamban Kemasan ini sudah beroperasi maka target pelayanan tidak hanya menjangkau masyarakat Lambar saja akan tetapi pihaknya juga akan menawarkan kepada masyarakat dari daerah lain yang terdekat seperti OKU dan Pesisir Barat.

Untuk biaya cetak, kata dia, diupayakan dapat terjangkau bagi masyarakat. Namun pihaknya belum dapat memastikan tentang berapa besaran biaya cetak kemasan. Sebab untuk penentuan biaya masih akan dihitung berdasarkan biaya produksi. "Yang pasti diupayakan seringan-ringanya," kata Amirian.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR