SEBUAH studi menemukan waktu puasa lebih lama setiap hari membuat lebih sehat dan membantu hidup lebih lama. Hal itu dibanding dengan mereka yang frekuensi makannya lebih rendah. Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Cell Metabolism tersebut membagi 292 tikus jantan menjadi dua kelompok diet.

Kelompok pertama memiliki akses ke makanan sepanjang waktu. Kelompok kedua diberi 30% kalori lebih rendah setiap hari daripada kelompok pertama. Kelompok ketiga juga diciptakan dimana diberikan makanan dengan tambahan jumlah kalori tertentu sepanjang waktu.



Pada akhir penelitian, tikus jantan yang diberi makan kalori terbatas menunjukkan peningkatan kesehatan keseluruhan. Termasuk hal kerusakan yang berkaitan dengan usia seperti hati dan organ lainnya. Kelompok tersebut juga lebih lama hidup.

Sementara itu, kelompok yang dibatasi kalori mengalami peningkatan signifikan kadar glukosa-insulin puasa juga.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR