KERUI (Lampost.co)--Pasca banjir yang menyebabkan jalan darurat di Jalinpanbar Pekon Mandirisejati Kecamatan Krui Selatan,  Pesisir Barat, tidak dapat dilalui kendaraan, saat ini kondisi jalan pantai tersebut telah kembali lancar. 
Pemantauan Lampost.co,  di lokasi pada Jumat (16/3/2018), lalu lintas kendaraan di jalan darurat itu telah kembali normal. 
Depis, warga yang menjadi relawan menjaga lokasi tersebut mengatakan pada saat banjir atau air pasang yang terjadi pada Senin (12/3), jalan darurat tersebut memang tidak dapat dilalui kendaraan, namun hal tersebut tidak berlangsung lama. 
"Ya air pasang waktu itu dengan tinggi hampir sepinggang orang dewasa kendaraan memang gak bisa lewat tetapi tidak berlangsung lama hanya sekitar setengah jam,  setelah itu surut kendaraan dapat melewatinya kembali. Kalau sekarang sudah lancar,  bahkan kendaraan besar seperti fuso pun dapat lewat sini," kata Depis.
Banjir di tempat itu ditentukan oleh keadaan air di hulu sungai Way Mahnay, meskipun tidak terjadi hujan ditempat itu namun apabila di bagian hulu hujan dan terjadi luapan maka kemungkinan banjir dapat kembali terjadi. 
"Gak mesti di sini hujan, kalau hujan di hulu terjadi luapan air maka di sini bisa terjadi banjir," ujar dia. 
Saat ini, pihaknya membatasi lebar ruas jalan hanya selebar tiga meter.  Namun kata dia,  meski sempit badan jalan yang ada cukup kuat menahan kendaraan berkapasitas besar. 
"Banyak yang nanya ke kami kenapa ruas jalan disempitkan. Ini untuk pemadatan jalan. Sekarang mobil besar juga dapat lewat. Modalnya mesin alkon saja, secara alami pasir yang sudah panas oleh terik matahari dan dilindas kendaraan besar seperti tronton,  maka pemadatannya lebih hebat dibandingkan grider (alat pemadat).  Setelah itu disiram air sedikit akan padat seperti batu.  Kalau pun digunakan material untuk jalan ini saya kira percuma. Tetapi memang setiap kali lokasi ini terjadi banjir perlu dilakukan perbaikan.  Seperti sekarang di minggu ini kami warga yang ditugaskan menjaga lokasi ini memang masih siaga siapa tahu banjir kembali terjadi," pungkasnya.  

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR